Kontes Bonsai Perdana Lingkup Lokal Rasa Nasional
Komunitas

Kontes Bonsai Perdana Lingkup Lokal Rasa Nasional

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Sejak tanggal 1 Desember 2017 kemarin pemandangan berbeda terlihat di Taman Kota Wonosari. Ratusan pion berjajar di sepanjang jalan dan sudut taman. Sedikitnya hingga malam ini (06/12) terdapat 262 bonsai berbagai jenis dan ukuran yang ikut pameran bonsai lokal ini.

Meski even yang digelar oleh Komunitas Bonsai Gunungkidul ini baru perdana, namun terbukti mampu menarik ratusan pengunjung setiap harinya. Tak tanggung-tanggung, pihak panitia pun menggandeng juri tingkat nasional dalam even ini.

Tak hanya itu, acara yang digagas sejak lebih dari 3 bulan ini juga dihadiri oleh pengamat bonsai dari Yogyakarta, Ahmad Isnaini.

Bagi pecinta bonsai, memang nama satu pria ini tidaklah asing. Ia merupakan pengamat bonsai di Jogja maupun Jawa Tengah, serta pemilik salah satu chanel di media sosial yang mempromosikan tutorial pembuatan dan perawatan bonsai.

Menurut pria yang akrab disapa Isnaini itu, kontes dan pameran bonsai yang digagas pecinta bonsai Gunungkidul bisa dikatakan masuk ke dalam even nasional. Pasalnya sejumlah syarat dan ketentuan mengenai kontes dan pameran tingkat nasional sudah terpenuhi.

"Dari luas lokasi sudah memenuhi, letaknya juga strategis. Kekompakan dan kematangan persiapan juga sangat bagus. Bahkan mengalahkan beberapa even yang belum lama digelar di kota lain," beber Ahmad Isnaini di Taman Kota.

Selain memenuhi syarat-syarat tersebut, kontes dan pameran bonsai ini juga mengadakan tutorial serta dan semacam seminar untuk masyarakat umum maupun para pemula mengenai mengenal hingga merawat bonsai dengan baik dan benar. 

"Even nasional juga sering ada kegiatan semacam ini. Juga ada bursa penjualan bakalan, alat dan perlengkapan lainnya. Ini even pertama di Gunungkidul, dan merupakan even kedua di DIY. Setelah awal tahun 2017 Bantul juga sempat mengadakan even semacam ini. Tapi untuk segi kesiapan kontes dan pameran, acara di Gunungkidul terlihat lebih unggul," tambah Isnaini.

"Masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti kurangnya background agar pengunjung lebih fokus melihat tanaman kerdil yang memiliki nilai seni tinggi ini dan beberapa hal lainnya," imbuh pria asal luar Pulau Jawa ini.

Ia berharap dengan adanya even bonsai di Gunungkidul ini dapat mendorong perkembangan penggemar bonsai baik di level lokal maupun nasional.