Ngreneng Surut, Lahan Pertanian Kini Penuh Lumpur
Peristiwa

Ngreneng Surut, Lahan Pertanian Kini Penuh Lumpur

Semanu, (gunungkidul.sorot.co)--Fenomena alam yang terjadi di sumber mata air Ngreneng, di Padukuhan Wediutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu yang sempat menghebohkan warga, sejak beberapa hari lalu sudah surut.

Kepala Desa Ngeposari, Ciptadi mengatakan, air yang meluap hingga ketinggian lebih dari 20 meter itu sudah surut. Saat ini air yang tersisa hanya di sumber mata air Ngreneng saja. Neski begitu warnanya tidak sejernih sebelumnya.

"Kalau sekarang sedikit keruh, kemungkinan karena lumpur yang berada di sekitarnya," kata Ciptadi, Rabu (06/12/2017).

Lanjut dia, lahan seluas lebih dari 28 hektar dapat dipastikan untuk sementara ini belum bisa digunakan untuk bercocok tanam kembali. Pasalnya, lumpur yang tersisa sangatlah tebal berkisar 50 cm. 

Tanaman di lahan pertanian, pohon jati dan pohon besar lainnya pun banyak yang kering akibat terendam air yang tinggi beberapa hari. Menurutnya, kerugian yang ditanggung oleh petani lebih dari Rp 300 juta, mengingat luas lahan yang terdampak melebihi 28 hektar.

"Kemarin kan sudah ditanamai padi, jagung dan kacang. Tanaman itu sekarang mati semua. Jadi warga harus mengulang tandur (tanam). Dengan kondisi semacam ini nampaknya belum memungkinkan untuk melakukan aktifitas sawah kembali," imbuhnya.

"Meski banyak petani yang sudah pergi ke lahan yang terdampak, mereka hanya membersihkan sisa-sisa genangan air dan lumpur saja," sambung Ciptadi.

Meski air sudah surut dan kembali normal, namun sejumlah pengunjung dari Eromoko, Wonogiri dan Jogja pun masih berdatangan lantaran penasaran dengan beredarnya kabar heboh meluapnya air Ngreneng.

Saat ini perangkat desa tengah melakukan pendataan terhadap warga yang lahannya terdampak. Meski dari desa belum bisa memberikan bantuan, perangkat berkoordinasi dengan kecamatan untuk melakukan pendataan.

"Barangkali dengan pendataan ini warga bisa mendapat bantuan sehingga aktifitas pertanian bisa berjalan lagi," tutupnya.