Simulasi Bencana, Banyak Korban Berjatuhan di Rumah Sakit
Peristiwa

Simulasi Bencana, Banyak Korban Berjatuhan di Rumah Sakit

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Kabupaten Gunungkidul diguncang gempa berkekuatan sedang, termasuk RSUD Wonosari. Sesaat setelah sirine peringatan berbunyi, puluhan pegawai berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan plafon dan benda-benda yang berjatuhan.

Beberapa saat setelah gempa terjadi, timbul ledakan-ledakan yang hebat bersumber dari salah satu ruang perawatan pasien. Ledakan yang terjadi justru menimbulkan percikan api dan membakar satu ruangan.

Kepanikan pasien dan para pegawai pun bertambah saat api menjalar dan semakin membesar. Kepulan asap tebal hampir memenuhi seluruh ruangan. Pihak RSUD pun langsung berkoordinasi dengan petugas BPBD, pemadam kebakaran, TNI dan Polri untuk berusaha menjinakkan api dan melakukan evakuasi terhadap pasien yang ada di ruangan.

Sejumlah korban pun berjatuhan akibat peristiwa ini. Diantaranya 5 orang luka berat, 7 orang luka sedang, 5 orang luka ringan dan 3 orang meninggal dunia. Selain itu, puluhan pasien-pasien yang berhasil diselamatkan mengalami shock berat karena kejadian gempa yang disusul kebakaran itu, langsung dibawa ke titik aman.

Suasana panik dan gaduh yang terjadi lebih dari 30 menit itu merupakan bagian dari simulasi penanggulanangan bencana gempa dan kebakaran. Pasalnya, bukan tidak mungkin kebakaran dapat terjadi di rumah sakit.

"Rumah sakit kan banyak bahan kimia yang mudah terbakar dan aliran listrik yang besar dan kuat. Sangat berpotensi menimbulkan kebakaran," kata Direktur RSUD, dr. Heru Sulistyowati, Sp.A, Kamis (07/12/2017).

Diadakannya simulasi bencana ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan kesiapsiagaan pegawai dan pasien dalam menyikapi terjadinya bencana baik di tempat umum lainnya atau di rumah masing-masing. RSUD Wonosari sendiri telah 3 kali melakukan simulasi bencana, dimulai sejak tahun 2015 silam. 

"Kami melibatkan 198 orang, baik dari pegawai rumah sakit maupun dari instansi terkait," imbuh dia.