Dana Desa Ratusan Juta Lenyap, Dugaan Penggelapan oleh Perangkat Desa
Hukum & Kriminal

Dana Desa Ratusan Juta Lenyap, Dugaan Penggelapan oleh Perangkat Desa

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Harapan 14 padukuhan yang ada di Desa Beji, Kecamatan Ngawen untuk menerima bantuan pembangunan infrastruktur berupa pemeliharaan jalan lingkungan pemukiman Tahun 2017 pupus saat Dana Desa sekurangnya Rp 230 juta diduga digelapkan oleh Swy (55), oknum perangkat desa setempat. Tidak hanya itu, alokasi Dana Desa yang mestinya diperuntukkan 14 Kepala Keluarga guna pembangunan jamban sehat senilai Rp 42 juta dan Honor 17 guru PAUD Rp 22 juta diperkirakan turut gagal diterimakan.

Dugaan penggelapan yang dilakukan oleh bendahara Desa Beji, Ngawen dibenarkan oleh Kepala Desa, Suparno. Kini kasus sudah ditangani oleh pihak berwajib. Dia mengungkapkan, kasus yang saat ini membuat heboh juga diupayakan dengan penyelesaian sesuai aturan dan pemerintah desa berusaha menarik kembali uang yang hilang hingga akhir tahun ini agar bisa digunakan semestinya.

Pak Swy sudah kita panggil dan berjanji akan mengembalikan uang paling lambat 31 Desember 2017. Biarlah kasus ini ditangani secara hukum oleh yang berwajib, sementara pemerintah desa berupaya menarik kembali dana yang sudah dicairkan olehnya,”jelas dia, Rabu (13/12/2017).

Awalnya, menurut Suparno, tidak ada gelagat mencurigakan ketika dirinya memberikan surat kuasa pencairan dana desa kepada bendaharanya pada pertengahan bulan November lalu. Uang tersebut dicairkan dalam 2 hari berturut-turut. 

Pencairan dilakukan tanggal 20 dan 21 November di BDG Wonosari dan selama 5 hari tidak masuk kerja. Setelah dilakukan penelusuran diketahui Pak Swy justru berada di Wonogiri. Telah dibuatkan perjanjian namun hingga hari ini belum juga mengembalikan,” imbuh dia.

Pemdes Beji sudah melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Sektor Ngawen yang langsung ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan. Laporan warga atas kejadian dugaan penggelapan Dana Desa sebelumnya juga sudah masuk ke Polres Gunungkidul.