Rutan Wonosari Over Kapasitas, Satu Kamar Diisi 6 Narapidana
Hukum & Kriminal

Rutan Wonosari Over Kapasitas, Satu Kamar Diisi 6 Narapidana

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Jumlah warga binaan di Rutan Klas IIB Wononsari ditahun 2017 mengalami peningkatan cukup drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu membuat rutan mengalami kelebihan kapasitas warga binaan.

Kasubag Tahanan Rutan Klas IIB Wonosari, Y. Ardiyana mengatakan, pada akhir tahun 2017 ini terdapat 152 warga binaan yang ada di Rutan. Dari jumlah tersebut, 109 merupakan narapidana dan 43 lainnya merupakan tahanan.

Jumlah warga binaan tahun ini justru mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar 90-100 warga binaan,” kata Y. Ardiyana, Kamis (14/12).

Menurutnya, selain karena pelaku tindak kriminalitas di Gunungkidul cukup tinggi, meningkatnya jumlah warga binaan juga dikarenakan Rutan Klas IIB Wonosari mendapat pindahan dari rutan maupun lapas lain di DIY yang juga over kapasitas. 

Hampir secara keseluruhan di DIY memang mengalami over kapasitas. Meski di sini juga over kapasitas, tapi sebisa mungkin tetap dikondisikan,” imbuhnya.

Adapun batas maksimal kapasitas Rutan Klas IIB Wonosari hanyalah dihuni 110 warga binaan. Karena banyaknya pindahan dan pelaku kejahatan yang tertangkap, membuat petugas harus lebih ekstra lagi dalam melakukan pengawasan.

Yang biasanya satu kamar atau ruangan digunakan untuk tiga atau empat warga binaan, sekarang bisa lima sampai enam warga binaan,” tambah Ardiyana.

Lebih jauh dikatakan, lebih dari 30% warga binaan tersebut lantaran terjerat kasus pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan. Sedangkan sisanya karena kasus pencurian, perjudian, pengeroyokan dan beberapa tindak kriminalitas lainnya.

Meski jumlahnya meningkat, namun pemberian pelayanan terhadap warga binaan pun disama ratakan. Saat ini terdapat beberapa warga binaan yang sakit dan harus dirawat diruang tertentu, namun jika kondisi memang memburuk pihak rutan baru merujuk ke rumah sakit tertentu.

Diperoleh informasi pula bahwa LPKA Wonosari juga mengalami kelebihan kapasitas, lebih dari 30 anak-anak terjerat berbagai kasus menjalani hari-harinya di lembaga tersebut. Kebanyakan dari mereka terjerat kasus kejahatan klitih dan ada pula karena pencurian.