Dana Ratusan Juta Lenyap Usai Makan Sate, Oknum Pamong Dianggap Mengarang Cerita
Pemerintahan

Dana Ratusan Juta Lenyap Usai Makan Sate, Oknum Pamong Dianggap Mengarang Cerita

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Dana Desa tahap 2 tahun 2017 senilai ratusan juta di Desa Beji, Kecamatan Ngawen yang hilang di tangan oknum perangkat desa menyedot perhatian banyak kalangan. Oknum berinisial Swy (55) selaku bendahara 1 dianggap mengarang cerita dengan lupa ingatan setelah makan sate.

Aktivis LSM Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami), Rino Caroko menilai, kronologis yang disampaikan oleh Swy menjadi korban gendam hanyalah suatu upaya mengelabuhi agar terlepas dan lari dari jeratan hukum. Dengan alasan apapun kejadian itu merupakan pelanggaran dan sudah jelas tertuang dalam undang-undang tindak pidana korupsi.

Dengan raibnya Dana Desa sekitar Rp 400 juta harus ditindaklanjuti serius, ini menyangkut kredibilitas pemerintah desa dan masuk penyalahgunaan keuangan negara dan penyalahgunaan jabatan,” ungkap Rino, Minggu (17/12/2017).

Dibeberkan Rino, dalam perkara ini muncul indikasi unsur kesengajaan penggelapan dana dari oknum tersebut. Hal itu diperkuat dengan proses pencairan dana sebesar Rp 170 juta di bank yang hanya dilakukan sendiri tanpa mengajak pendamping. 

Seharusnya didampingi sekdes,” katanya.

Selain itu, uang sejumlah Rp 60 juta yang hilang ketika disimpan di kolong tampat tidur dinilai Rino mengada-ada. Seharusnya perangkat yang sudah terbilang lama menjadi bendahara tidak sembarangan dalam menyimpan uang, terlebih uang negara.

Kades juga sembrono tidak memantau anak buah, dan pendamping Dana Desa tidak bertugas profesional, sehingga ada kejadian semacam ini,” ujarnya.

Menurut Rino, pendamping desa harus benar-benar bekerja dengan baik. Melakukan pendampingan mulai dari perencanaan, pencairan sampai pelaporan. Jika hal itu tidak dilakukan, maka akan banyak terjadi kasus serupa ini di berbagai desa.

Rino berharap aparat penegak hukum menangani kasus ini dengan serius dan segera melakukan penahanan terhadap pelaku. Pihaknya pun akan selalu memantau dan mendesak penegak hokum untuk bekerja serius agar uang rakyat hilang segera terbukti.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi pemdes lainnya untuk lebih hati-hati,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan program dengan memakai Dana Desa tahun 2017 di Desa Beji, Kecamatan Ngawen berhenti total. Pencairan Dana Desa tahap 2 yang diperkirakan mencapai Rp 400 juta hilang seakan ditelan bumi. 

Swy membeberkan kronologis sebelum dana yang ia pegang raib. Mulanya, ia mencairkan dana ke bank dengan membawa surat kuasa dari kepala desa. Dalam pencairan, Swy hanya berangkat sendiri tanpa mengajak pendamping atau teman sesama perangkat. Setelah itu, di perjalanan pulang ia mampir di warung makan sate kambing wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari. Setelah makan sate berniat pulang, pikiran bingung malah Swy mengaku muter-muter sampai ke Jogja. Ketika sadar uang pencairan itu sudah lenyap.