Gayeng Hajatan, Bisnis Bunga Laris Manis
Ekonomi

Gayeng Hajatan, Bisnis Bunga Laris Manis

Wonosari (Gunungkidul.sorot.co)--Banyaknya pesta hajatan pada awal tahun 2018 ini membuat toko bunga kelarisan pesanan. Hal itu pun menjadikan pengusaha toko bunga ketiban berkah.

Berdasarkan pantauan di salah satu toko bunga di Jalan Sumarwi Wonosari, jumlah omset awal tahun baru 2018 ini masih kalah dengan saat momentum Natal tahun 2017. Meski begitu pendapatan toko bunga masih tertolong dengan ramainya acara hajatan yang digelar masyarakat.

Masalahnya tahun baru nyaris nggak ada pesanan. Tapi kalau Natal pasti ada pesanan ke gereja, omset bisa Rp 1 - 2 juta seminggu,” kata Sigit Riyadi, penjual karangan bunga, Minggu (07/01/2018).

Mengenai harga, lanjut dia, satu rangkaian bunga bervariasi tergantung dari model dan jenis pesanan. Harga mulai dari Rp 400 ribu sampai 1 juta untuk 1 rangkaian bunga. 

Dijelaskan Sigit, rangkaian bunga untuk hajatan biasanya menggunakan bunga-bunga yang populer seperti Mawar, Anggrek, Lily, Krisan, Casablanca dan jenis bunga lainnya.

Bunga tersebut biasanya didatangkan dari Bandungan, Kabupaten Semarang. Pengiriman setiap satu jenis bunga sekitar 30 ikat.

Setelah bunga datang dan dijual agar tetap bagus, tangkai bunga dipotong sedikit lalu dimasukkan ke air agar tetap segar,” tambah dia.

Khusus saat musim hajatan, beber Sigit, aneka bunga nyaris laris diburu untuk rias dekorasi pengantin, kecuali jenis Casablanca dan Lily. Alasannya kedua bunga tersebut tergolong mahal dan sulit didapatkan pada saat musim hujan seperti sekarang. (Dilla)