Dilarang Lewat Depan Pasar, Sopir Protes Mogok Narik
Peristiwa

Dilarang Lewat Depan Pasar, Sopir Protes Mogok Narik

Semin, (gunungkidul.sorot.co)--Sejumlah sopir angkutan desa yang tergabung dalam paguyuban Mekarsari sempat melakukan aksi mogok narik selama beberapa jam. Hal itu mereka lakukan karena ingin menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak terminal maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul.

Sehubungan dengan kebijakan Dinas Perhubungan yang diberlakukan sejak tanggal 1 Januari 2018 mengenai jalur lintasan angkutan desa atau trayek, para sopir angkutan desa merasa dirugikan. Maka dari itu, sejumlah sopir pun sempat melakukan aksi dan menyampaikan tuntutan mereka.

Salah satu anggota paguyuban, Sukadi mengatakan, uji coba kebijakan pemerintah ini sudah berlaku selama 1 minggu, namun dirasa merugikan sopir angkutan desa. Pasalnya penumpang angkutan pun menjadi lesu, serta sangat berpengaruh terhadap penghasilan sopir angkot.

"Kebijakan yang diberlakukan kemarin itu kami hanya boleh menaikturunkan penumpang di terminal, dan tidak boleh melintas di depan pasar. Padahal penumpang terbanyak berasal dari pasar," kata Sukadi saat ditemui di Terminal Semin, Senin (08/01/2018).

Mereka menuntut untuk dapat kembali melintas di depan Pasar Semin dan dapat menaikkan penumpang dari pasar tersebut. Karena untuk mempermudah para penumpang dan pemasukan sopir pun tetap ada. 

Sementara itu, Koordinator Lapangan Terminal Semin, Trimanto mengatakan, kebijakan pemerintah itu bertujuan untuk menghidupkan aktifitas terminal. Mengingat tahun lalu aktifitas di terminal sangat sepi. Pasar Semin menjadi terminal bayangan bagi para sopir dan penumpang.

"Baru uji coba kebijakan semingu, para sopir sudah mulai melakukan aksi. Kemudian tadi kami lakukan koordinasi dengan pengurus paguyuban," ucap Trimanto.

Dari hasil koordinasi sementara, para sopir angkutan desa meminta untuk tetap dapat melewati depan Pasar Semin untuk menaikkan penumpang. Jika didapati ada angkudes yang nge-time di area Pasar Semin mereka rela untuk ditilang.

"Kami sudah sampaikan ke atasan di Dinas Perhubungan. Permintaan mereka akan segera dirapatkan. Untuk sekarang ini ya masih tetap aktifitas naik turun harus di terminal. Demi menghidupkan terminal yang semakin sepi. Selain itu juga mengantisipasi pasar kembali menjadi terminal bayangan," imbuhnya.

Meski hampir 25 sopir yang hadir pada aksi tersebut, namun tidak menimbulkan kegaduhan. Lima dari sopir-sopir angkutan desa selanjutnya dipanggil pihak terminal untuk melakukan rapat koordinasi.