Tak Seperti Dulu, Pak Raden 40 Tahun Bertahan dengan Gedhek
Ekonomi

Tak Seperti Dulu, Pak Raden 40 Tahun Bertahan dengan Gedhek

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Gedhek atau dinding anyaman bambu tentu masih bisa dijumpai di rumah-rumah penduduk. Walaupun zaman terus berkembang, beberapa masih bertahan menjual gedhek meskipun pembelinya sudah tak sebanyak dahulu.

Hal itu diakui oleh Wagito (70), salah satu penjual gedhek yang masih bertahan di Pasar Kepek Sari, Desa Kepek, Wonosari sejak tahun 1974.

"Dulu cikal bakal jualan gedhek ya di pasar ini, tahun 74. Terus diikuti sama orang lain," kata warga yang tinggal di RT 04/RW 09 Padukuhan Kepek II, Desa Kepek, Selasa (09/01/2018) siang.

Lelaki tinggi besar dan berkumis tebal itu menyatakan bahwa dulu di pasar setempat banyak penjual gedhek-nya, namun kini hanya tinggal dia seorang diri. 

"Sekarang tinggal aku, wong yang lain pada meninggal," terang bapak yang akrab disapa Pak Raden itu.

Meskipun penjualannya semakin menurun tak membuat Wagito kemudian berhenti berjualan gedhek. Alhasil hal itu pun berdampak pada semakin tipisnya keuntungan yang diperoleh.

"Masih ada yang beli 1-2 orang, tapi ya jarang, nggak tiap hari. Hasilnya juga tidak seberapa, untung paling sekitar Rp 10.000, karena membuatnya juga susah," bebernya.

Mengenai pemanfatannya, ia menuturkan bahwa gedhek saat ini telah bergeser dari fungsi semula. Zaman dulu gedhek memang sengaja dipakai untuk kebutuhan rumah warga, tapi untuk akhir-akhir ini bagi kalangan tertentu lebih condong digunakan untuk seni.

"Yang minat sudah nggak banyak, tapi sekarang kan kaya ingin kembali ke selera jaman dulu, pakai gedhek. Kaya warung makan gitu, penginapan juga," ucapnya.

Wagito menerangkan, harga dari satu lembar gedhek ukuran 2 x 3 meter terbuat dari bambu bagian dalam seharga Rp 70.000/lembar. Sedangkan dari kulit bambu seharga Rp 150.000/lembar.

Berbeda lagi dengan gedhek kembangan, ukuran 1 x 1meter dijual lebih mahal mencapai Rp 50.000/lembar. Hal itu lantaran proses pembuatannya lebih susah dan juga menggunakan 2 jenis bambu yaitu bambu hitam dan putih.

"Yang beli gedhek kembangan biasanya buat hiasan, kalau nggak sebagai pengganti langit-langit rumah," katanya. (Turi)