Insentif Guru Ngaji Masih Rendah, Setahun Terima 6 Juta
Pemerintahan

Insentif Guru Ngaji Masih Rendah, Setahun Terima 6 Juta

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Sebagai bentuk kepedulaian dan penghargaan terhadap kiprah guru ngaji dalam memberikan ilmu dan wawasan keagamaan, setiap bulannya guru ngaji mendapat dana hibah dari Kementerian Agama. Meski besarannya tidaklah seberapa, namun dana insentif itu setidakknya bisa menjadi penyemangat bagi para guru ngaji.

Di Kabupaten Gunungkidul sendiri terdapat 25 guru ngaji PNS dan 150 guru ngaji non PNS. Setiap bulan dana besaran insentif dari Kementerian Agama sebesar Rp 500.000 yang diterimakan 3 bulan sekali.

"Kemampuan kami masih segitu. Jadi dalam 1 tahun mereka menerima Rp 6 juta," kata Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Arief Gunadi, Kamis (11/01/2018).

Besaran insentif tersebut menurutnya masih dirasa sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari para guru ngaji. Maka dari itu, pihaknya tengah mengusulkan kenaikan insentif ke Kementerian Agama Pusat menjadi Rp 1,5 juta perbulan. Akan tetapi usulan tersebut masih dipertimbangkan karena menyesuaikan kondisi keuangan pusat. 

"Sebenarnya sudah kami usulkan kenaikan itu, tapi belum ada kepastian," imbuhnya.

Selain insentif dari Kementerian Agama, para guru ngaji juga mendapat insentif dari Baznas namun sifatnya hanya situasional. Jika benar-benar mendesak atau memang membutuhkan, dari Baznas baru mengeluarkan bantuan.

Selain insentif yang dalam 1 tahun Gunungkidul mendapat kucuran dana sebesar Rp 900 juta, bantuan lain yang diterima yakni berupa dana stimulan perbaikan masjid maupun mushola.

"Kuotanya 10 masjid dan 10 mushola. Itupun hanya perbaikan, bukan pembangunan awal. Dananya juga lumayan, untuk 1 unit masjid sebesar 50 juta dan 25 juta untuk mushola," imbuh dia.

Untuk pembangunan masjid dan mushola tahun 2018 ini pihaknya belum mengetahui mendapat jatah kuota atau tidak. Sementara di tahun 2017 kemarin Gunungkidul tidak mendapat kuota pembangunan, hanya pada tahun 2015 dan 2017 yang mendapat kuota pembangunan.