Handayani Rock Fishing, Persaudaraan Pemancing yang Siap Berjuang untuk Kemanusiaan
Komunitas

Handayani Rock Fishing, Persaudaraan Pemancing yang Siap Berjuang untuk Kemanusiaan

Wonosari,(wonosari.sorot.co)--Menaklukan karang yang curam, tinggi dan ekstrem adalah sesuatu hal yang menantang bagi para pemancing ini. Berbekal peralatan memancing laut, satu demi satu lokasi tersembunyi sekalipun dijajal oleh mereka.

Pesisir selatan Gunungkidul nyatanya bukan hanya surga bagi para wisatawan untuk menikmati keindahan pantainya. Tebing karang di sekitaran pantai juga menjadi spot yang tak kalah mengasyikkan untuk para pemancing laut atau karang. Tidak sedikit mereka yang ketagihan dan bahkan menjadikan aktivitas ini sebagai hobi.

Sekitar setahun silam, sejumlah pemancing laut Gunungkidul pun berinisiatif membentuk sebuah komunitas yang dikenal dengan Handayani Rock Fishing (HRF). Hingga kini HRF sudah mewadahi lebih dari 200 pemancing yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Gunungkidul.

Latar belakang para pemancing yang beragam menjadikan komunitas ini nampak solid dan berwarna. Kebersamaan yang didapat di spot memancing dan di setiap pertemuan rutin yang biasa digelar, memupuk keakraban diantara mereka.

Dari segi usia, tua muda ikut bergabung di komunitas ini. Kami menjadikan komunitas ini sebagai sebuah rumah dan anggotanya adalah saudara-saudara kita semua,” kata Didik Dubrok, Ketua HRF di sela pertemuan rutin di kediaman salah satu anggota di Tegalmulyo, Kepek, Wonosari, Kamis (11/01/2018).

Tak hanya berkutat pada aktivitas memancing, komunitas pemancing ekstrem ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Seperti yang belum lama ini dilaksanakan, HRF melakukan giat bakti sosial membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di beberapa daerah di Gunungkidul. Aksi sosial yang digelar akhir November tahun lalu ini pun berhasil menyedot simpati para anggota untuk terjun langsung ke lokasi bencana. 

Dalam waktu dekat kita juga mengadakan bakti sosial di Playen. Dimana di beberapa kawasan di sana belum lama ini terjadi bencana angin puting beliung,” imbuhnya.

Hal ini sekaligus mengubah mainset bahwa seasyik dan senyaman apapun mereka saat strike di ujung karang, tidak membuat mereka lupa melakukan tugasnya untuk saling tolong-menolong terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan.