Keliru Jok BBM, Pembeli Tuntut Ganti Rugi, Motor Waras Jadi Ngebul
Peristiwa

Keliru Jok BBM, Pembeli Tuntut Ganti Rugi, Motor Waras Jadi Ngebul

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Dampak pengisian bahan bakar jenis premium yang diduga terisi solar di SPBU Gading, Kecamatan Playen, Kamis (11/01) kemarin mengakibatkan sejumlah kendaraan bermotor mengalami kerusakan dan harus masuk ke bengkel untuk diperbaiki.

Salah satu pembeli, Taqiyuddin Subayu (34) mengatakan pada Kamis sore ia mengisi bahan bakar jenis premium di SPBU Gading sebesar Rp 50 ribu. Kemudian ia melanjutkan perjalanan menuju ke Jogja dengan motor 4 tak.

Sampai di tanjakan Sambipitu, ia merasakan keanehan saat berkendara, mesinnya menjadi berat dan laju kendaraan agak tersendat. Akan tetapi waktu kecurigaan belum ia rasakan hingga sampai ke Jogja.

"Di jalan sebenarnya motor sudah aneh, kalau digas justru mbrebet-mbrebet. Tidak bisa banter juga," kata warga Jaten, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari tersebut, Jumat (12/01/2018).

Kemudian saat ia hendak melanjutkan perjalanan pulang dari Jogja, justru sepeda motornya tidak bisa distarter, berulang kali ia coba hingga bisa. Akan tetapi justru dari knalpot mengeluarkan kepulan asap warna hitam. 

"Saya tekati untuk dibawa pulang. Namun di perjalanan saya merasakan keanehan lagi dan suara mesin yang tidak wajar barulah saya berhenti di bengkel untuk mengecek," imbuh dia.

Kecurigaannya kalau ada salah isi bahan bakar pun benar. Setelah dicek ternyata BBM 50 ribu yang dia beli ternyata bukan jenis premium, melainkan solar. Kemudian dilakukan penyedotan, dan 11 botol bensin itu berisi solar.

"Alhamdulillah kalau kemarin sih masih bisa dipakai pulang, tapi tadi mesinnya bunyi grok-grook, terus saya bawa ke bengkel. Sekarang baru dicek kerusakannya merembet ke seker dan mesin lainnya apa tidak, soalnya motor injeksi rusak sedikit bisa fatal," tambah dia.

Adanya kejadian ini ternyata tidak hanya ia alami sendiri. Bahkan belasan konsumen lain juga senasib dengan dirinya.

Menyusul adanya peristiwa itu ia akan meminta pertanggungjawaban dari pihak SPBU, karena ini sangat merugikan konsumen. Berawal dari pembelian BBM hanya Rp 50 ribu, tapi mesin rusak dan justru menyedot banyak biaya untuk perbaikan.

"Nanti saya akan ke sana meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban dengan membawa barang bukti. Paling tidak ya ada ganti rugi. Soalnya juga sudah banyak yang jadi korban. Semalem juga banyak yang komplain," pungkas dia.