Jalur Terputus, Belasan Hektar Sawah Jadi Telaga Dadakan
Peristiwa

Jalur Terputus, Belasan Hektar Sawah Jadi Telaga Dadakan

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gunungkidul pada Kamis malam (11/01) membuat wilayah Jasem, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu tergenang air. Akibat peristiwa itu belasan hektar sawah terendam banjir dan dipastikan gagal panen.

Menurut Dukuh Jasem Lor, Mujiana, hujan yang terjadi mulai pukul 19.30 WIB hingga Jumat dinihari itu membuat kurang lebih 15 hektar sawah terendam air. Tak hanya itu akses jalan ke Semanu terputus karena genangan air yang cukup tinggi.

"Diperkirakan kerugian sekitar 66 juta. Itu semua area sawah warga, cuma Jasem Lor saja. Terus kalau mau ke Semanu mesti muter dulu lebih jauh 4 kilometer, karena jalur putus karena tergenang. jadi tidak bisa dilewati. Biasanya ya lewat jalan situ kalau mau ke Semanu cuma satu kilometer," kata Mujiana, Jumat (12/01/2018).

Lebih lanjut Mujiana mengutarakan bahwa kejadian banjir ini selama ini baru terjadi sebanyak 2 kali. Meskipun baru 2 kali, namun tenggang waktu banjir ini hanya dekat yakni sekitar satu bulan. 

"Tahun-tahun sebelumnya tu nggak pernah. Sederas-derasnya hujan ya nggak begini dampaknya," keluh dia.

Mujiana memperkirakan bahwa terjadinya banjir ini karena adanya saluran yang tersumbat. Terlebih lagi di Padukuhan Jasem Lor dan Jasem Kidul merupakan titik temu saluran air.

"Katanya sih di Jasem sini tempat pertemuan saluran air yang masuk ke tanah. Mungkin ini ada sumbatan di beberapa titik saluran, jadi airnya tidak bisa masuk lancar. Sudah dilakukan rapat desa, mau dicek dan diperbaiki saluran yang kemungkinan tersumbat," imbuh dia.

Terpisah, Gumrek (41), salah satu warga Jasem Lor yang sawahnya turut terendam banjir mengaku sedih. Sebab tanaman padi yang berusia sekitar 2 bulan hampir bisa dipastikan mengalami gagal panen.

Kalau sekitar 1 hektar ya ada. Ruginya kira-kira ya Rp 5 jutaan,” tandas dia.

Meskipun seluruh area sawahnya terendam air, Gumrek masih merasa bersyukur lantaran rumahnya tidak ikut terendam banjir seperti yang terjadi sebulan lalu akibat badai Siklon Cempaka Tropis.

"Sekarang masih untung airnya tidak masuk rumah. Cuma dapur itu hampir masuk airnya. Lha itu di depan kira kira airnya setinggi 30 cm, tengah-tengah sana sampai 1,5 meter belakang juga sekitar 1 meteran," beber Gumek. (Turi)