Jalan Mirip Sungai Kering, Lalu Lalang Truk PT Disebut Jadi Penyebab
Peristiwa

Jalan Mirip Sungai Kering, Lalu Lalang Truk PT Disebut Jadi Penyebab

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Jalan utama yang menjadi akses ekonomi warga Padukuhan Pragak dan Bendorejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu kondisinya rusak parah. Aspal jalan hasil pembangunan pemerintah ini remuk dan berlubang mirip sungai kering.

Kondisi tersebut ternyata sudah terjadi sejak beberapa tahun silam. Warga menganggap penyebab utamanya karena sebagai jalur keluar masuk kendaraan truk dan mobil box milik perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam, sebut saja PT. M.

Diperoleh informasi, dalam sehari, belasan unit truk besar bermuatan pakan ayam melintas. Belum lagi jika musim panen ayam, bisa lebih dari 20 truk dan mobil box yang melintas setiap harinya.

Jalan memprihatinkan itupun dianggap sangat merugikan masyarakat. Jika hujan deras, jalan yang berlubang tergenang air, sehingga tidak terlihat kasat mata. Warga menyayangkan pihak PT M tidak ada upaya untuk membantu melakukan perbaikan.

"Kondisinya sudah benar-benar rusak parah, membahayakan orang yang melintas. Sudah banyak orang yang enggan melintas disini, mereka memilih memutar jauh lewat jalan di bagian timur," kata S, salah satu warga setempat yang enggan disebut lengkap namanya, Sabtu (13/01/2018).

Saking jengkelnya dengan kondisi itu, masyarakat Pragak dan Bendorejo melakukan pengurukan swadaya pada lubang-lubang jalan yang dalam. Mayarakat rela iuran untuk material demi menguruk jalan berlubang meski hanya bertahan sementara. 

"Seharusnya kan dengan adanya PT besar, luas hampir 2 hektar dan penghasilan cukup tinggi, warga sekitar juga merasakan kesejahteraan. Paling tidak ya jalannya tidak rusak seperti ini. Terlebih ini juga sering dilewati warga daerah lain untuk sampai ke Desa Baleharjo," tambah dia.

"Saya yakin pihak PT sebenarnya mampu jika melakukan perbaikan jalan ini. Tidak ada ruginya mengeluarkan dana untuk perbaikan jalan yang rusak parah hampir sejauh 1 Km ini," imbuh dia.

Selain mengeluhkan kondisi jalan, warga juga mengeluhkan kebijakan dari pihak PT. Beberapa waktu lalu ada rekrutmen tenaga kerja, banyak warga sekitar yang mendaftar untuk bekerja. Akan tetapi, justru hanya beberapa warga saja yang diterima, sebagian besar justru dari daerah luar.

"Paling tidak ya sebagian besar dari sini. Wong PT nya berdiri di wilayah sini kok," ucap dia, diamini sejumlah warga lain.