Bantuan Pangan Non Tunai Belum Bisa Cair, Ternyata Ini Penyebabnya
Sosial

Bantuan Pangan Non Tunai Belum Bisa Cair, Ternyata Ini Penyebabnya

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang semula dijadwalkan cair bulan Februari 2018 nampaknya masih harus diundur beberapa waktu kedepan. Pasalnya sejumlah persiapan masih harus dilakukan oleh pemerintah daerah maupun mitra yang digandeng dalam menangani program tersebut.

Persiapan yang masih perlu dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial yakni menyelesaikan verifikasi di lapangan mengenai validasi data para calon penerima BPNT. Proses verifikasi hingga saat ini pun masih terus dilakukan oleh petugas.

"Jika ditemui masyarakat yang tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan, langsung kita catat dan lakukan rapat dengan pemerintah desa untuk mencari pengganti. Baru kalau sudah disepakati kami ajukan ke Kementerian Sosial," kata Suyono, Kasubbag Kesra dan Pemberdayaan Masyarakat, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Selasa (06/02/2018).

"Pengganti calon penerima langsung diusulkan sebelum terlanjur kartu BPNT dicetak oleh pemerintah pusat. Untuk pengecekan kedepan juga terus dilakuka. Jika memang sudah tergolong mampu, langsung diusulkan pergantian," tegas dia.

Menurut Suyono, proses verifikasi yang dilakukan oleh petugas masih memiliki waktu 13 hari kedepan. Selain beberapa persiapan yang masih harus dilalui, program pemerintah ini belum bisa dirasakan oleh 88.267 warga Gunungkidul karena belum ada surat perintah maupun arahan dari pemerintah pusat.

"Bagi mereka calon penerima BPNT tidak perlu cemas. Meski program ini belum dapat terealisasi bulan ini, tapi masyarakat masih mendapatkan Rastra seperti biasa," imbuh dia.

Sementara itu untuk e-warung yang melayani pembelian dari penerima BPNT pihaknya masih terus berkoordinasi dengan mitra bank yang digandeng. Meski ada ratusan warung yang mendaftar, namun masih belum ada keputusan mengenai warung yang ditunjuk untuk melayani BPNT.

"Kalau untuk idealnya ya mungkin 500 e-Warung. Tapi sebenarnya lebih sedikit justru lebih baik. Ini juga disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan jarak masyarakat. Kalau jauh-jauh juga kasihan," imbuh dia.

BPNT sendiri merupakan bantuan dari pemerintah sebagai pengganti Rastra. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan jatah sebesar Rp 110.000 yang dibelanjakan bahan pangan.