Dana Desa Ratusan Juta Raib Usai Makan Sate, Oknum Perangkat Desa Buron ?
Hukum & Kriminal

Dana Desa Ratusan Juta Raib Usai Makan Sate, Oknum Perangkat Desa Buron ?

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Beberapa proyek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tahun 2017 di Desa Beji, Kecamatan Ngawen hingga awal tahun 2018 ini masih macet. Pasalnya uang Dana Desa senilai ratusan juta yang diduga digelapkan oleh salah satu oknum perangkat desa setempat hingga kini belum dikembalikan.

Informasi yang diperoleh, oknum perangkat desa Swy (55) saat ini telah meninggalkan rumah bersama istrinya. Bahkan pihak pemerintah desa sekarang ini tengah kebingungan menyikapi kelanjutan proyek desa macet.

Kepala Desa Beji, Suparno mengatakan, hampir sebulan ini Swy bersama istrinya sudah meninggalkan rumah. Semula dari perangkat desa lain masih bisa menghubungi Swy, namun belakangan ini justru sudah tidak bisa dihubungi. Termasuk nomor telepon yang bersangkutan juga sudah tidak aktif.

"Sejak awal memang sudah tidak masuk. Tapi ya lebih dari 3 mingguan ini dia justru pergi entah kemana. Kami juga bingung mencari," kata Suparno, Kamis (08/02/2018).

Terkait perkara ini, pemerintah desa setempat sepenuhnya telah menyerahkan kepada Kepolisian Resor Gunungkidul untuk mengusut tuntas kasus dugaan penggelapan dana desa senilai lebih dari Rp 400 juta itu. 

"Kami berusaha mencari tapi buntu. Sekdes berusaha menghubungi tapi nomor telepon sudah tidak aktif," imbuh dia.

"Beberapa proyek desa yang digelapkan itu sekarang macet, belum ada kelanjutan. Wong uangnya juga tidak ada. Pemerintah desa ya bisanya cuma ngomong terus terang saja, kalau diperiksa Inspektorat dan kepolisian," tambahnya.

Untuk sanksi yang diberikan pemerintah desa kepada Swy sudah diberlakukan sejak awal. Akan tetapi untuk pemberhentian upah atau penghasilan tetap pihak desa masih melakukan koordinasi dengan atasan.

Menindaklanjuti perkara itu, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady terkesan irit bicara. Ia menyatakan bahwa pihaknya hingga kini masih mendalami perkara itu untuk menentukan kesimpulan dari kasus yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa Beji, Kecamatan Ngawen itu.

Diberitakan sebelumnya, Swy sendiri sempat mengaku jika ia telah berulangkali menghilangkan uang milik pemerintah desa. Salah satunya uang yang ia cairkan di Bank BDG Wonosari tanggal 21 November 2017. Waktu itu dana sebesar Rp 170 juta itu akan dipakai untuk program 14 padukuhan.

Swy pun membeberkan kronologi sebelum dana yang ia pegang raib. Mulanya, ia mencairkan dana ke bank dengan membawa surat kuasa dari kepala desa. Dalam pencairan, Swy hanya berangkat sendiri tanpa mengajak pendamping atau teman sesama perangkat. Setelah itu, di perjalanan pulang ia mampir di warung makan sate kambing wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari.

Pengakuan Swy, setelah makan sate dan mau pulang, pikirannya menjadi seolah linglung dan akhirnya malah muter-muter sampai ke wilayah Jogja. Ketika sadar uang yang dibawa sudah tidak ada.

Selain menghilangkan dana Rp 170 juta, Swy juga mengungkapkan bahwa uang desa yang disimpan di rumahnya pun ikut hilang. Uang sebesar Rp 60 juta yang ditaruh di mangkok kolong tempat tidur hilang tanpa ada bekas sedikitpun.

Diungkapkan lebih jauh olehnya, tidak hanya uang Rp 170 juta dan Rp 60 juta yang hilang, melainkan beberapa uang lainnya yang ia simpan ikut lenyap. Menurutnya, uang hilang yang ia pegang kala mencapai lebih dari Rp 400 juta.