Simpan Satwa Berbahaya, Masuk Hutan Sodong Kena Sanksi
Sosial

Simpan Satwa Berbahaya, Masuk Hutan Sodong Kena Sanksi

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Kawasan hutan Sodong di Kecamatan Paliyan sudah menjadi hutan konservasi atau hutan lindung milik negara. Dengan begitu, masyarakat dilarang menginjakkan kaki di tanah hutan seluas 434,8 hektar tersebut. Apapun alasan dan dalihnya, warga yang memasuki kawasan Suaka Margasatwa akan dikejar oleh petugas dan diberi sanksi.

Hutan lindung Kecamatan Paliyan ini ternyata menyimpan berbagai satwa berbahaya dan tanaman langka. Semua yang ada di kawasan hutan menjadi tanggung jawab petugas kehutanan untuk melindunginya agar tidak diburu oleh warga.

Di dalam hutan lindung terdapat satwa langka berbahaya yang diliarkan seperti ular phyton dan kera ekor panjang. Sedangkan jenis burung diantaranya burung Cekakak, burung madu, burung Kolibri, elang Bido. Sementara tanaman langka yang menjadi fokus penjagaan oleh petugas ialah cendana dari Nusa Tenggara.

Kepala Resor Suaka Margasatwa Paliyan, Widodo menjelaskan, di kawasan hutan lindung terdapat banyak jenis ular yang hidup liar. Apapun yang ada di dalam kawasan baik itu tumbuhan dan satwa liar semua dilindungi. Pihaknya pun mengaku tidak tinggal diam jika satwa yang dlindungi menyasar pemukiman warga.

Kita memberikan sosialisasi terkait pencegahan kepada masyarakat,” katanya, Kamis (08/02/2018).

 

Ia membeberkan terdapat beberapa langkah terkait sanksi yang diberikan kepada warga yang memasuki wilayah hutan konservasi, baik itu mencari pakan ternak atau mencari kayu bakar. Biasanya, petugas melakukan langkah secara persuasif yakni dengan mendatangi warga dan memberikan pemahaman untuk tidak mengulanginya kembali.

Misal orang itu masih kembali lagi ke kawasan, kita kasih peringatan yang kedua. Dibawa ke kantor dan dijelaskan lebih rinci tentang fungsi kawasan hutan lindung,” terangnya.

Pihaknya pun sejak tahun 2000 belum pernah menyeret ke meja hijau warga yang memasuki hutan lindung. Menurutnya hal itu begitu dilematis, karena belajar dari sejarah bahwa Suaka Margasatwa Paliyan ini perubahan alih fungsi dari hutan produksi menjadi hutan konservasi.

Kecuali untuk kasus tertentu, seperti tindakan pencurian,” tegasnya.