Uji Publik Soal Dapil, Parpol Besar Condong ke Opsi Pertama
Politik

Uji Publik Soal Dapil, Parpol Besar Condong ke Opsi Pertama

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul menggelar acara uji publik mengenai tiga opsi alternatif daerah pemilihan (Dapil), Kamis (08/02/2018). Uji publik ini untuk menampung pendapat dari partai politik maupun dari masyarakat untuk menentukan Dapil yang akan diusulkan ke KPU RI.

Ketua KPU Gunungkidul, Zaenuri Ikhsan menjelaskan, terdapat 3 opsi dapil alternatif yang dibuat oleh KPU Gunungkidul untuk menjadi pilihan parpol. Opsi pertama Dapil 1 yakni Semanu, Wonosari dan Playen (12 kursi), Dapil 2 yakni Patuk Gedangsari, Nglipar, Ngawen (9 kursi), Dapil 3 Semin, Karangmojo, Ponjong (10 kursi), Dapil 4 yakni Rongkop, Girisubo, Tepus dan Tanjungsari (7 kursi), Dapil 5 Saptosari, Paliyan, Panggang, Purwosari (7 kursi).

Sedangkan untuk opsi kedua yakni Dapil 1 Wonosari, Playen (9 kursi), Dapil 2 yakni Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen (8 kursi), Dapil 3 meliputi Semin, Karangmojo, Ponjong (10 kursi), Dapil 4 Semanu, Rongkop, Girisubo, Tepus (9 kursi), dan Dapil 5 Tanjungsari, Saptosari, Paliyan, Panggang, Purwosari (9 kursi).

"Untuk opsi ketiga cukup ekstrem perubahan wilayahnya. Kemarin sempat dirapatkan, mudah-mudahan tidak masuk pada kriteria. Kalau yang condong ya ke opsi 1 dan 2 itu. Untuk kesenjangan tidak begitu banyak dan hampir sesuai dengan peraturan baru minimal kursi 1 dapil 6 dan maksimal 10," ucap Zaenuri Ikhsan.

Sementara itu untuk opsi ketiga yakni Dapil 1 meliputi Nglipar, Wonosari, Semanu (10 kursi), Dapil 2 Playen, Patuk, Gedangsari (8 kursi), Dapil 3 Ngawen, Semin, Karangmojo (9 kursi), Dapil 4 Ponjong, Rongkop, Girisubo, Tepus (9 kursi) dan Dapil 5 Paliyan, Tanjungsari, Saptosari, Panggang, Purwosari (9 kursi). 

"Pendapat dari peserta sangat kami harapkan. Untuk bahan pertimbangan kami dalam rapat pleno sebelum kami ajukan ke KPU RI. Karena dalam memutuskan Dapil ini kewenangan dari KPU RI," tambah dia.

Pada pelaksanaan uji publik ini, banyak keluhan dari partai politik maupun organisasi masyarakat yang hadir untuk menanggapi alternatif opsi daerah pemilihan. Fakta di lapangan untuk partai politik yang besar dan lama memilih opsi pertama. Sedangkan partai-partai baru memilih opsi kedua.

Diantaranya yang memilih opsi pertama dengan berbagai pertimbangan yang telah dirembug yakni PDIP, Gerindra, PKS, PKB dan Golkar. Sementara untuk PAN, Nasdem, Hanura, Perindo, Garuda, dan Berkarya lebih condong ke opsi kedua.