Perekat Silaturahmi, Tradisi Apem Conthong Masih Lestari
Budaya

Perekat Silaturahmi, Tradisi Apem Conthong Masih Lestari

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Budaya tradisional Jawa sering erat kaitannya dengan kuliner. Salah satunya apem conthong. Makanan yang satu ini selalu ada dalam tradisi apeman di Desa Sodo, Kecamatan Paliyan.

Seperti hal yang dilakoni warga setempat dua hari, Kamis dan Jumat ini. Masyarakat disibukkan dengan pembuatan apem conthong sebagai tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Menurut Adi Sumiyanto (50), warga Selorejo, Desa Sodo, tradisi tersebut sudah berlangsung puluhan tahun. Setiap malam Jumat Kliwon warga berkumpul di rumah ketua RT atau tokoh dusun untuk menggelar acara kenduri apem conthong.

Sejak dulu memang begitu, hampir semua KK membuat apem conthong. Tujuannya untuk dimakan bersama dan mempererat silaturahmi. Ada yang dibagikan juga ke teman atau sanak saudara. Pokoknya mirip rasul, cuma bedanya ini nggak ada acara hiburan,” kata Adi, Jumat (09/02/2018).

Ditambahkan Ana, warga setempat, guna membuat apem khas Sodo itu masyarakat mengeluarkan dana swadaya rata-rata mencapai 100 ribu/KK. 

Bukan iuran, tapi itu dipakai untuk beli bahan dan dimasak sendiri,” tandas dia.

Dikatakan, tradisi apem conthong dilaksanakan selepas masyarakat memanen tanaman padi dan palawija. Hal itu dilakukan warga sebagai salah satu bentuk ucapan rasa syukur kepada Tuhan.

Alhamdulillah, kebetulan juga hasil panen padi petani di sini rata-rata bagus,” tutur dia.