Halimah dan Kliwon Pernah Ditawar Miliaran, Pemiliknya Tak Bergeming
Budaya

Halimah dan Kliwon Pernah Ditawar Miliaran, Pemiliknya Tak Bergeming

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kerbau bule merupakan hewan yang disakralkan di Keraton Solo dan Cirebon. Banyak orang yang beranggapan jika kerbau tersebut hanya dapat dijumpai di dua kota tersebut. Akan tetapi hal itu ternyata salah, sebab kerbau berkulit putih kemerahan itu juga bisa ditemukan di Kabupaten Gunungkidul.

Ada 4 ekor kerbau bule yang dipelihara oleh Supramonco (55) dan Kasdi (67), warga Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Fantastisnya, kerbau yang berukuran besar pernah ditawar dengan harga lebih dari Rp 1,2 miliar. Meski ditawar dengan harga tinggi, namun si pemilik enggan menjualnya.

Beberapa orang jauh-jauh datang untuk melihat dan menawar kerbau bule itu dengan harga yang tidak wajar. Belum lama ini ada pejabat dari Pemda DIY datang niat untuk membeli. Sebelumnya ada pula yang datang dari wilayah Toraja, Sulawesi Selatan.

"Insya Allah saya amanah menjaga kebo bule ini. Walau diiming-imingi dengan uang miliaran," kata Supramonco didampingi Mbah Kasdi di Karangduwet II, Karangrejek, Sabtu (10/02/2018).

 

Supramonco menceritakan, awal mula mendapatkan kerbau bule ketika dia berada di Bandung, Jawa Barat. Kala itu ia dipertemukan dengan pemilik kerbau trah dari Joyolangit. Karena Supram dianggap mampu merawat 2 ekor kerbau bule bernama Halimah dan Kliwon, kemudian dipercaya memeliharanya.

Sejak tahun 2007 kerbau itu sudah berada di Desa Karangrejek. Bertahun-tahun dipelihara akhirnya beranak 2 ekor diberi nama Seto dan Legi.

"Memang kebo ini ada keturunan dari Keraton Solo dan Cirebon. Menurut pemiliknya yang dulu, tidak sembarang orang kuat merawat ini. Karena seperti ada kekuatan supranaturalnya," terang dia.

Meski secara fisik dan perawatannya sama dengan kerbau pada umumnya, akan tetapi pada malam-malam tertentu sesuai dengan arahan pemilik terdahulu sering dilakukan ritual khusus pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Hal itu hanya sekedar untuk melestarikan tradisi dan budaya.

Empat ekor kerbau bule itu memang dipercaya memiliki kekuatan tersendiri. Seringkali lepas dari kandang tanpa ada kayu-kayu yang lepas. Tak hanya itu, warga yang percaya juga sering datang untuk sekedar meminta bantuan penyembuhan.

"Pernah beberapa kali ada yang datang karena sakit kulit, terus mendekat ke Kliwon dijilatinya bagian tubuh yang sakit, Alhamdulillah sembuh. Tapi mungkin itu hanya perantara saja, tetap semua bergantung pada Allah," imbuhnya.

Perawatan kebo ini terbilang cukup mudah. Hanya saja untuk air dan pakan dalam sehari bisa menghabiskan sekitar Rp 200 ribu. Maka dari itu tandon pakan pun harus cukup seperti rumput-rumputan, jerami dan daun-daun lainnya.