Ditolak Warga, Orang Jepang Gagal Nikah Siri dengan Seorang Janda
Peristiwa

Ditolak Warga, Orang Jepang Gagal Nikah Siri dengan Seorang Janda

Karangmojo,(gunungkidul.sorot.co)--Seorang janda warga Padukuhan Karanglor, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo sempat akan melangsungkan pernikahan siri dengan seorang pria asal Jepang. Akan tetapi rencana pernikahan siri tersebut gagal setelah mendapat penolakan dari sejumlah warga dan arahan dari anggota Polres dan Kodim Gunungkidul.

Sulastri (30), janda dengan 2 orang anak rencananya akan melangsungkan pernikahan siri dengan WNA asal Jepang bernama Haruo Osaka (69) pada hari Minggu (11/02) kemarin. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan warga dan petugas yang menaungi warga asing, pernikahan pun terpaksa dibatalkan.

Adapun alasan pernikahan tersebut batal karena masyarakat Karanglor tidak menerima adanya pernikahan siri yang dilakukan oleh warga mereka. Hal itu dianggap oleh warga setempat tidak wajar.

Jika nekat dilakukan pernikahan siri, yang bersangkutan diminta untuk pindah atau keluar dari daerah setempat. Selain itu dari pihak Haruo Osaka, duda dengan 3 orang anak itu juga belum memiliki kelengkapan surat administrasi.

Meski ia memiliki paspor, akan tetapi paspor itu hanya izin berkunjung saja. Beberapa dokumen lain juga belum lengkap. Osaka sendiri sejak tanggal 9 Februari 2018 resmi menjadi seorang mualaf karena ingin melakukan pernikahan.

Ketua RT 08/RW 13 Padukuhan Karanglor, Suparno membenarkan adanya rencana pernikahan siri yang akan dilakukan oleh salah satu warganya itu. Namun karena mendapat penolakan dari warga, rencana pernikahan tersebut berubah menjadi lamaran. Dari pihak laki-laki sendiri berjanji akan segera melakukan pemenuhan dokumen administrasi.

"Rencananya tanggal 20 Februari 2018 ini Osaka akan kembali ke Jepang mengurus administrasi yang dibutuhkan. Dia juga berjanji paling lama 3 bulan dokumen tersebut selesai dan akan melangsungkan pernikahan dengan Sulastri," kata Suparno, Senin (12/02/2018).

"Kalau pengakuannya kemarin duda sudah sejak 20 tahun lalu. Tapi kami juga tidak tahu adatnya sana kalau cerai itu bagaimana," imbuh dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, Haruo Osaka tidak bisa komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Sejak awal kedatangannya yang ingin melakukan pernikahan siri, terkait segala pembicaraan dilakukan oleh penerjemah yang juga sahabatnya sendiri.

Sedangkan Sulastri sendiri juga tidak bisa berbahasa Jepang. Keduanya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dan bantuan google penerjemah. Menurut Suparno, keduanya bertemu dan menjalin hubungan belum lama. Sulastri sendiri diketahui bekerja di restoran milik WNA yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, DIY.