Petugas Gabungan Periksa Hotel, Temukan Pelanggaran Izin dan Pajak Nunggak
Hukum & Kriminal

Petugas Gabungan Periksa Hotel, Temukan Pelanggaran Izin dan Pajak Nunggak

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Hotel Orchid di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari mendadak didatangi sejumlah pejabat Pemkab Gunungkidul, Senin (12/02/2018) siang. Kehadiran pejabat bersama Satpol PP itu guna melakukan koordinasi dengan pihak owner, akan tetapi yang bersangkutan seolah menghindar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul, Tommy Harahap menjelaskan, kedatangannya untuk melakukan koordinasi terkait dengan adanya aduan dari puluhan pegawai hotel setempat. Pasalnya beberapa waktu lalu pihak Disnakertran sempat melakukan pemanggilan terhadap owner hotel sebanyak 3 kali, akan tetapi tidak merespon.

Karena merasa disepelekan, kemudian Disnakertran mendatangi hotel Orchid untuk melakukan koordinasi terkait aduan dari 30 tenaga kerja. Kendati demikian, owner hotel juga tidak bisa ditemui dan hanya mewakilkan Manager.

"Seolah di sini tidak ada pemerintah, tiga kali panggilan tidak diindahkan juga. Sebenarnya hanya ingin tahu pemilik, pengelola dan membicarakan permasalahan yang diadukan," kata Tommy Harahap, Senin (12/02/2018) siang.

Suasana sempat menjadi tegang manakala manager perempuan dalam menjelaskan kepada kepala dinas bersama rombongan, setengah bernada emosi. Petugas yang datang pun kemudian melakukan pengecekan di sejumlah titik. Hasil pemeriksaan mendapati sejumlah bangunan yang berhubungan dengan karaoke dan izin keramaian, belum mengantongi izin resmi. 

"Bukan hanya itu, administrasi juga dilakukan pengecekan sejak September 2016 hingga Januari 2018, pajak belum dibayarkan," imbuh dia.

Hasil sementara dari koordinasi yang dilakukan yakni owner akan kembali dilakukan pemanggilan oleh Disnakertran untuk menjelaskan segala permasalahan yang dikeluhkan oleh tenaga kerja. Menurutnya, permasalahan yang diadukan kepada dinas terkait dengan kebersamaan para pekerja.

Sementara itu Manager Hotel Orchid, Anjani membeberkan, permasalahan ini dipicu adanya permasalahan dari beberapa mantan tenaga kerja yang pada bulan Desember 2017 melakukan mogok kerja hingga berujung mengundurkan diri. Permasalahan tersebut dipicu karena adanya masalah internal perusahaan.

"Sempat ada gejolak antar staf. Pekerja mendesak owner dan pihak manager untuk melakukan pemecatan. Tapi sesuai dengan SOP kita tidak bisa seenaknya saja melakukan pemecatan. Terkait dengan panggilan dari Disnakertrans kedepan, saya akan mewakili owner untuk hadir, mengingat owner sini tinggal di Jakarta," ucap dia.