Pendataan Pemandu Pasca Demo, Petugas Hadapi Sejumlah Kendala
Wisata

Pendataan Pemandu Pasca Demo, Petugas Hadapi Sejumlah Kendala

Karangmojo,(gunungkidul.sorot.co)--Setelah demo yang dilakukan oleh salah satu pokdarwis yang menuntut adanya penerapan kebijakan sesuai dengan Standart Operating Procedur (SOP) mengenai sertifikasi pemandu objek wisata Goa Pindul, sejak beberapa hari lalu petugas BUMDes Maju Mandiri Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo langsung melakukan pendataan.

Direktur BUMDes Maju Mandiri, Sariyanta mengatakan, sudah seminggu ini pihaknya melakukan pendataan terhadap 11 pokdarwis yang ada di obyek wisata Goa Pindul. Dari 11 pokdarwis yang ada pihaknya baru mendapat menyelesaikan sebagian.

"Baru sekitar 180 pemandu wisata yang kami data. Mudah-mudahan minggu depan sudah selesai dan kita lakukan koordinasi yang lebih baik," kata Sariyanta, Selasa (13/02/2018).

Menurutnya, pendataan yang dilakukan oleh pihak BUMDes dan langkah kedepan bukan serta merta menuruti permintaan dari massa yang sempat melakukan aksi. Akan tetapi tengah berusaha melakukan kebijakan yang sesuai dengan SOP, mengingat masih ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan. 

Dari kurang lebih 300 pemandu wisata di kawasan Goa Pindul yang tersebar di sejumlah pokdarwis memang masih banyak yang belum memiliki sertifikat yang sesuai dengan bidangnya.

"Di sini memang masih banyak yang belum punya sertifikat. Baik sertifikasi ekowisata maupun pemandu goa. Setelah pendataan ini selesai baru kami akan mengkaji kebijakan apa yang patut diterapkan serta tidak merugikan salah satu pihak," imbuh dia.

Ia menambahkan, proses pendataan ini petugas menghadapi kendala yakni saking banyaknya pemandu dan karakternya yang berbeda-beda. Dengan begitu pihak BUMDes harus berulangkali mendatangi pokdarwis.

"Alasannya sering lupa, padahal kami cuma minta fotokopi sertifikat dan KTP," tambah dia.

Bagi para pemandu yang memiliki niat untuk melakukan sertifikasi mandiri juga diperbolehkan sebenarnya. Akan tetapi karena biayanya mahal mulai dari 5 juta hingga 15 juta, kemungkinan para pemandu juga enggan untuk melakukan sertifikasi secara mandiri.

Kita juga terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk proses sertifikasi pemandu wisata. Tapi kan untuk yang gratis kuotanya terbatas, tutupnya.