Ahli Geologi dari Bandung Kaji Tanah Jemblong di Gunungkidul
Peristiwa

Ahli Geologi dari Bandung Kaji Tanah Jemblong di Gunungkidul

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Banyaknya fenomena alam berupa tanah jemblong yang terjadi usai siklon Cempaka melanda Kabupaten Gunungkidul pada akhir November 2017 lalu mendapat perhatian dari Badan Geologi, Air Tanah dan Tata Lingkungan Bandung, Jawa Barat. Sejumlah ahli datang ke Gunungkidul untuk melakukan penelitian ke sejumlah lokasi, Selasa (13/02/2018).

Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Gunungkidul, Marno mengatakan, kedatangan beberapa ahli dari Bandung tersebut untuk melakukan penelitian terhadap lahan yang tanahnya ambles pasca dilanda hujan deras. Kendati demikian, dari pihak Badan Geologi maupun BPBD Gunungkidul belum bisa mengetahui penyebabnya lantaran harus menunggu hasil penelitian.

Badan Geologi, Air Tanah dan Tata Lingkungan masih akan melakukan pengkajian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan konstruksi tanah yang ambles itu. Beberapa sampel batuan, tanah yang berada di sekitar lokasi pun juga diambil untuk penelitian lanjutan.

"Di Gunungkidul tanah ambles memang ada di beberapa titik.Untuk pengambilan sampel penelitian dilakukan di Luweng Blimbing, Serpeng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu dan Pringluwang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong," ucap Marno.

Adapun yang dilakukan pada penelitian ke lapangan yakni pengambilan sampel batuan dan tanah, pengukuran lebar dan kedalaman, serta pengamatan lokasi. Kebijakan atau langkah yang akan diambil oleh pemerintah daerah baru akan diambil setelah melihat hasil penelitian. 

Pasca terjadinya bencana yang mengakibatkan tanah di Padukuhan Serpeng ambles, kedalaman terus mengalami penutupan. Hal itu akibat reruntuhan tanah dan material yang masih terus terjadi. Tanah di sekitar lokasi yang labil tentunya sangat membahayakan warga yang melintas atau ingin menonton.

"Lebarnya kurang lebih 100 meter. Sedangkan kedalaman di zona selatan masih mencapai 60 meter, tapi sudah lumayan tertutup reruntuhan material," terang dia.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat melintas. Meski harus tetap waspada, namun warga diminta untuk tidak resah dan cemas menyikapi fenomena alam tersebut.