Trend Selingkuh PNS Menurun, Sanksi Belum Ada yang Dipecat
Pemerintahan

Trend Selingkuh PNS Menurun, Sanksi Belum Ada yang Dipecat

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Permasalahan mengenai perselingkuhan di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Gunungkidul masih menjadi permasalahan klasik. Setiap tahunnya pasti ada PNS yang dijatuhi sanksi atas permasalahan ini dan seakan tak ada habisnya.

Kasubid Status, Kinerja dan Kesehjateraan pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Sunawan mengatakan, meski trend kasus selingkuh tahun 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan 2016, akan tetapi setiap tahun pasti ada PNS yang didapati menjalin hubungan dengan kekasih gelap yang masih memiliki status pernikahan dengan orang lain.

"Kalau secara keseluruhan PNS yang terlibat kasus perselingkuhan, nikah siri, dan tindak pidana tahun 2016 ada 13 orang. Sedangkan tahun 2017 lalu ada 7 orang," kata Sunawan, Selasa (13/02/2018).

Adapun di awal tahun 2018 ini, ada PNS yang melakukan penyimpangan yakni melangsungkan pernikahan tanpa mendapat izin. Menyikapi hal ini, pemerintah daerah langsung membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan guna menentukan tindakan lanjutan bagi yang oknum PNS nakal. 

"Kalau perbandingannya ya hampir sama untuk yang berkasus pidana, maupun perselingkuhan ini," ucap Sunawan.

"Kalau dari tahun ke tahun belum ada yang sampai dipecat untuk kasus perselingkuhan dan pernikahan siri. Mereka dijatuhi sanksi berupa penurunan pangkat, bebas jabatan ataupun pemindahan jabatan saja," imbuh dia.

Akan tetapi jika penyimpangan yang dilakukan sudah melampaui batas dan merugikan negara, tentunya dari pemerintah daerah sesuai dengan putusan dan peraturan bakal melakukan pemberhentian.

Ia berharap kesadaran para PNS untuk menjaga nama baik diri sendiri maupun pemerintah daerah lebih meningkat. Dengan demikian penyimpangan semacam ini tidak mengganggu kinerja masing-masing.

"Ya tentu pekerjaan terbengkalai kalau satu orang saja melakukan penyimpangan. Karena fokus pekerjaan jadi terpecah," tutupnya.