Kerap Jadi Jawara, Pecatur Muda Gunungkidul Siap Jajal Popda dan Kejurda
Olahraga

Kerap Jadi Jawara, Pecatur Muda Gunungkidul Siap Jajal Popda dan Kejurda

Ponjong,(gunungkidul.sorot.co)--Prestasi Taufiq Bagas Saputra memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, di usianya yang masih cukup muda ia telah mampu menorehkan prestasi yang cukup membanggakan sebagai seorang pecatur. 

Terlahir pada 17 Oktober 2001 silam, anak pertama dari 2 bersaudara pasangan Subari dan Susilowati itu telah memperoleh berbagai penghargaan di ajang kejuaraan catur. Tak tanggung-tanggung, seringkali ia mendapatkan predikat juara I pada setiap kejuaraan catur di tingkat yunior maupun senior.

Prestasinya sebagai pecatur dimulainya sejak kelas III SD. Hingga sekarang menduduki bangku sekolah di SMA N 2 Wonosari, ia semakin giat dalam berlatih catur bersama pelatihnya, Ridwan Nursanto, setiap hari Sabtu.

"Dulu awalnya cuma lihat temen-temen main, terus coba latihan. Pertama main tingkat kabupaten juara III, terus tahun berikutnya ikut O2SN dapat juara I, terus lanjut-lanjut sampai sekarang," kata Bagas, sapaan akrabnya, kepada sorot.co, Minggu (11/03/2018). 

Prestasi yang pernah ia raih diantaranya Juara I O2SN SD tingkat Kabupaten Gunungkidul (2013), Juara I O2SN SD tingkat DIY (2013), Juara I O2SN SMP (2015), Juara I Kejuaraan Catur se-DIY (2015), Juara I turnamen Percasi (2015), Juara I kejurda (2016), Juara I Kejurkab (2016), Juara I Kejurnas Catur Junior (2016), Juara I dalam turnamen Hari Sumpah Pemuda kelompok SMP-SMA (2017), dan Juara II dalam Gunungkidul Cup I.

"Sudah pernah maju ke kejuaraan tingkat nasional dua kali, waktu itu di Balikpapan dan Jakarta," ucap Bagas.

Remaja asal Trengguno Wetan RT01/RW13, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong itu mengaku telah memiliki beberapa jadwal agenda untuk kedepannya. 

"Agenda Minggu 11 Maret ini ada seleksi Popda di Disnakertran. Kalau bisa ikut nanti perlombaannya 20-21 Maret di Jogja, sama April nanti juga akan mengikuti Kejurda," kata Bagas.

Kesuksesan Bagas tentunya tak terlepas dari dukungan orang tua. Dimana dalam permainan catur tentunya dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, orang tua selalu memberikan dukungan moral kepada anaknya.

"Sebagai orang tua bangga tentunya, saya mendukung sepenuhnya kegiatan positif ini. Yang penting nggak mengganggu sekolahnya. Sejak SD memang bakatnya sudah kelihatan, makanya saya dukung, di-leskan, dan dalam setiap perlombaan selalu dapat fasilitas dari Pemkab seperti tas, sepatu, jaket," kata Susilowati, ibunda Bagas. (Wulan)