Eloknya Goa Ini Berbalut Kisah Mistis, Bunuh Diri Tak Pernah Sampai Berujung Maut
Wisata

Eloknya Goa Ini Berbalut Kisah Mistis, Bunuh Diri Tak Pernah Sampai Berujung Maut

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sebagai Icon Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Goa Ngingrong kini mulai jadi Tourist Atractive. Obyek wisata yang lokasinya berada satu kawasan dengan Goa Lengkep dan Goa Ngoboran ini kini mulai ramai kedatangan pengunjung.

Bahkan oleh Pokdarwis Mulo, kawasan ini sudah dikembangkan menjadi kawasan wisata minat khusus. Namun tak banyak masyarakat yang mengetahui sejarah munculnya Goa Ngingrong ini.

Menurut Suwarno, salah seorang pengurus wisata kawasan Mulo, awal kemunculan goa ini versi cerita rakyat adalah dibuat oleh Wali ketika tengah mengembangkan agama Islam di wilayah Gunungkidul. Wali melakukan perjalanan ke daerah selatan yang waktu itu terkenal sebagai daerah yang tandus. Lalu muncul ide untuk membuat sungai bawah tanah.

Sesuai cerita rakyat, yang bikin adalah wali. Goa itu terjadi ketika Wali mengembangkan agama Islam ke Pamulo ke sebelah Selatan yang terkenal daerah tandus. Lalu mereka membuat sungai,” jelasnya, Minggu (11/03/2018)

Dijelaskan lebih lanjut, sesuai cerita rakyat kawasan Ngingrong awalnya dirancang untuk dijadikan jalan air ke dalam tanah, yang hulunya sampai di Kecamatan Tanjungsari. Pada malam itu, Wali tengah merencanakan untuk membuat sungai. Namun dari daerah sebelah selatan, ada seorang yang ingin membatalkan rencana pembuatan sungai itu. 

Seorang itu adalah Mbah Genjur. Ia dengan sengaja membatalkan rencana tersebut dengan membunyikan lesung. Akhirnya pembuatan sungai gagal atau wurung, sehingga aliran sungai yang sudah dibuat tidak ada airnya.

Disamping itu, ada stigma masyarakat yang bermunculan tentang keberadaan Goa Ngingrong ini sendiri. Mulai dari stigma mistis adanya peristiwa dugaan percobaan bunuh diri yang korbannya tidak pernah sampai tewas.

Seperti yang diungkapkan Mbah Wamuji, warga Mulo. Ia mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu pernah ada orang yang terjun ke jurang namun hanya luka-luka dan patah kakinya.

Lha riyen nate niku roda papat niku lagi mandeg neng pinggir jurang. Gek mundur persenelenge prei terus ngglundung. Honda ngglundung mrono yo ra mati wonge. (Dulu pernah itu mobil berhenti di tepi jurang. Kemudian mundur presnelingnya netral terus nyemplung. Sepeda motor nyemplung juga tidak meninggal orangnya),” jelas Wamuji, simbah yang berusia sekitar 80 tahun itu.

Namun Suwarno berpendapat lain, dirinya menganggap kejadian-kejadian tersebut hanya sebuah kebetulan semata. Diungkapkannya, memang ada yang mencoba melakukan bunuh diri entah disengaja maupun tidak, yang kebetulan semuanya tidak meninggal.

Tercatat ditahun 1990-an menelan korban pengendara mobil, kemudian 2014 dari arah barat lari ke jurang dan terakhir pengendara motor dari arah timur yang sengaja memacu motornya untuk terjun ke jurang.

Kalau ada yang tanya seperti itu, kenapa mereka tidak meninggal, karena kebetulan saja,” tandas dia.

Terkait kabar kemunculan Macan Cecep di sekitar goa, Suwarno membenarkannya. Lantaran berada di kawasan hutan, maka tak heran jika ada macan yang berkeliaran. Maklum saja, di dalam goa ada sumber air yang juga dimanfaatkan fauna endemik kawasan hutan tersebut. seperti macan cecep. Hal tersebut dianggapnya sangat wajar, apalagi ketika musim kemarau panjang. Bahkan macan cecep konon kerap muncul di pemukiman warga. (Widi)