Oknum Pamong Pengemplang Dana Desa Ratusan Juta Belum Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Oknum Pamong Pengemplang Dana Desa Ratusan Juta Belum Jadi Tersangka

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Perkara dugaan penggelapan dana desa sebesar kurang lebih Rp 400 juta di Desa Beji, Kecamatan Ngawen hingga sekarang nampaknya masih berlanjut. Pasalnya selama berbulan-bulan ditangani, pihak berwajib sampai sekarang masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi atas dugaan kasus yang melibatkan oknum perangkat desa setempat.

Kepala Desa Beji, Suparno mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi guna melengkapi data-data yang masih dirasa kurang. Suparno sendiri sudah berulangkali dipanggil untuk memberikan keterangan kepada anggota Tipikor Polres Gunungkidul yang menangani kasus ini.

Mungkin masih ada data yang kurang, sehingga masih terus dilakukan pemeriksaan,” kata Suparno, Senin (12/03/2018).

Saat disinggung mengenai keberadaan Swy, anak buahnya yang beberapa waktu lalu sempat dikabarkan meninggalkan rumah selama beberapa pekan, Suparno menyatakan bahwa saat ini Swy kadang-kadang berada di rumah. Namun ia sendiri sebagai kepala desa jika hendak bertemu dengan anak buahnya itu juga sangat kesulitan. 

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Rudy Prabowo saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dugaan kasus Beji. Tahapan atas dugaan penggelapan dana desa tersebut saat ini berada pada tahap penyidikan.

Pihaknya pun terus berupaya untuk segera menyelesaikan perkara ini guna menentukan kesimpulan serta mengambil langkah maupun tindakan proses hukum lanjutan.

Dari kami belum melakukaan upaya paksa maupun penetapan tersangka atas kasus ini,” ucap Kasat Reskrim.

Diberitakan sebelumnya, oknum bendahara desa, Swy sempat mengakui menghilangkan uang dana desa tahun 2017 mencapai lebih dari Rp 400 juta. Pengakuannya pun beragam, mulai dari seolah jadi korban gendam usai makan sate hingga uang hilang saat ditaruh di kolong tempat tidur kamar rumahnya. Akibat perkara itu pelaksanaan program fisik di Desa Beji menjadi macet parah.