Pemdes Giritirto Beberkan Sejumlah Program Unggulan
Pemerintahan

Pemdes Giritirto Beberkan Sejumlah Program Unggulan

Purwosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sebagai evaluasi dari program lanjutan tahun 2017, Pemerintah Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari melakukan perbaikan dalam program fisik hingga non fisik desa. Masih banyaknya target yang harus dicapai di tahun 2018, diiringi money management yang bagus akan menjadi pekerjaan rumah lagi bagi pemdes.

Disampaikan oleh Sekdes Giritirto, Sigit Cahyono, program fisik yang akan dilaksanakan di tahun 2018 diantaranya program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dengan realisasi cor blok di 3 padukuhan yaitu Blado, Gading dan Ploso. Pemdes Giritirto menargetkan JUT sepanjang 3 Km dalam waktu 2 tahun. Tahun lalu terealisasi 500 meter, dan di 2018 ini akan diupayakan menambah 600 meter lagi. Selain itu melanjutkan talud di Padukuhan Gading, pembukaan jalan lingkar padukuhan dengan menormalisasi tanjakan Padukuhan Nglegok karena terdapat tanjakan sekitar 45 derajat. Juga normalisasi di Padukuhan Petoyan.

Kita seringkali menggelar kegiatan musyawarah TPK untuk menunjang program pembangunan,” jelas Sigit, Selasa (13/03/2018)

Untuk program non fisik merambah ke sektor ekonomi produktif. Pengaplikasiannya menyesuaikan potensi masyarakat Desa Giritirto yang kebetulan dominan di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Pemdes berupaya menggandeng dinas terkait untuk memberikan pelatihan. Adapaun sasaran pelatihan ini adalah masyarakat dengan ekonomi lemah. 

Di Padukuhan Gading dan Ploso dengan mayoritas masyarakat menjadi petani tembakau, Pemdes mengajak warga untuk mengikuti pelatihan terkait cara penanaman tembakau yang baik, dan pemberian obat-obatan. Di Ploso, lebih fokus di bidang perikanan dengan bekerjasama dengan Dinas Perikanan mengadakan pembibitan ikan.

Nantinya, di 2019 Pemdes juga akan merevitalisasi BUMDes. Karena saat ini program BUMDes belum bisa berjalan. Salah satunya dengan memberi ruang untuk pengadaan pelatihan yang matang dan terstruktur dalam BUMDes. Yang terjadi sekarang, hasil dari pelatihan belum bisa diaplikasikan secara mandiri oleh masyarakat. Sehingga, tidak ada kelanjutan sesuai yang diharapkan. Maka dari itu, Pemdes mengakui untuk menaikkan ekonomi masyarakat terbilang susah. Pola pikir masyarakat yang masih stagnan, menjadi tantangan tentunya Pemdes Giritirto.

Disayangkan untuk tahun ini, program non fisik seperti pengadaan pelatihan di sektor pertanian, perikanan dan kios desa di tunda. Tahun ini tidak dianggrakan, karena ada pemotongan dana desa dari Rp 926 juta menjadi Rp 779 juta.

Disampaikan oleh Sigit, jika Pemdes mengurangi kegiatan di program fisik, nanti dikhawatirkan menjadi polemik, sehingga mampu menimbulkan gejolak di masyarakat. Atas nama kepentingan dan kebaikan bersama, Pemdes memotong program non fisik.

Kalau kita mengurangi kegiatan yang fisik, nanti jadi polemik. Dari awal pertanggungjawaban APBDES bahwa kegiatan yang mau dilaksanakan sudah sosialisasi kegiatannya apa saja. Nanti jika fisiknya yang dipotong menjadi gejolak, karena masyarakat tidak mau tahu,” jelasnya.

Sigit Cahyono membeberkan dari jumlah pendapatan sekitar Rp 1,6 miliar akan digunakan untuk belanja keperluan pemerintahan sekitar Rp 649 juta, untuk pembangunan sekitar Rp 735 juta, di program kemasyarakatan sekitar Rp 62 juta, dan di bagian pemberdayaan sekitar Rp 191 juta. Kegiatan yang menyangkut operasional pemerintah desa termasuk siltap dianggarkan cukup besar, karena di Pemdes Desa Giritirto bagian kaur dan kasi mempunyai staff masing-masing. Terhitung di Giritirto 70% sudah tercatat spenerima siltap.

Upaya lain untuk menunjang perekonomian masyarakat, Pemdes menganggarkan dana dari ADD dan Dana Desa untuk pengajuan proposal ke Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) untuk wilayah Petoyan. Karena merupakan daerah rawan banjir, akan membuat drainasi dan kincir air untuk dijadikan sumber tenaga listrik melalui kandang komunal. Pemdes akan menata ruang di sekitar aliran sungai untuk tempat belajar anak, mendirikan Gazebo. Kelajutannya, ada kecenderungan ke wisata.

Warga setempat, nantinya akan diberi mandat untuk mengelola kawasan tersebut. Pemdes ingin membuat terobosan guna merubah image Desa dari dulunya desa yang biasa-biasa saja menjadi desa yang mempunyai daya tarik, entah itu dari potensi wisatanya, sektor pertanian, peternakan maupun fasilitas yang menunjang pariwisata. Sehingga ini menjadi harapan utama Pemdes Giritirto yang nantinya bisa berdampak pada banyaknya masyarakat yang invest ke Desa Giritirto. (Widi)