Garis Pantai Terpanjang, Tingkat Konsumsi Ikan Warga Gunungkidul Paling Rendah
Budaya

Garis Pantai Terpanjang, Tingkat Konsumsi Ikan Warga Gunungkidul Paling Rendah

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kabupaten Gunungkidul memiliki garis pantai terpanjang di wilayah DIY yakni mencapai 70 kilometer. Potensi perikanan di wilayah pun juga begitu besar. Namun sayangnya potensi dan tingkat konsumsi ikan warga Kabupaten Gunungkidul masih rendah, paling rendah dibandingkan dengan wilayah lain se-DIY.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Nur Ikhsan menjelaskan, produksi dari sektor perikanan setiap tahun di Gunungkidul mencapai 3.340 ton pertahun. Akan tetapi dari jumlah tersebut, konsumsi masyarakat terhadap ikan masih begitu rendah hanya mencapai 27.04 kg perkapita pertahun.

Masih sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah DIY yang mencapai 30 kg perkapita pertahun atau tingkat nasional yang mencapai 45 kg perkapita pertahun. Meskipun demikian jumlah tingkat konsumsi ikan di Gunungkidul sudah sedikit demi sedikit mengalami peningkatan.

"Kalau tahun 2016 lalu hanya 26.06 kg perkapita pertahun. Semakin ke sini kesadaran masyarakatnya sudah mulai terbuka," kata Nur Ikhsan, Selasa (13/03/2018).

Padahal dari segi kesehatan, lanjut dia, seseorang dalam seharinya paling tidak harus mengkonsumsi ikan seberat 0,8 ons sebagai asupan protein dan gizi. Namun sayangnya kesadaran masyarakat mengenai hal ini masih sangat rendah. 

Budaya mengkonsumsi daging di Gunungkidul masih belum bisa sedikit ditinggalkan. Padahal Gunungkidul memiliki potensi perikanan yang begitu luar biasa. Bahkan tangkapan-tangkapan nelayan sering kali justru dijual ke daerah lain karena konsumsi ikan masyarakat setempat masih sangat rendah.

"Jika dihubungkan tingkat konsumsi ikan yang masih rendah, dengan kualitas sumber daya manusia yang juga masih rendah, tentu itu ada hubungannya. Karena asupan gizi tentu tidak terpenuhi, "tambah dia.

Dengan kondisi semacam ini pemerintah daerah tengah getol melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai konsumsi ikan. Gerakan makan ikan terus dilakukan menyasar pada setiap desa tidak hanya kota, melainkan desa terpencil pun juga ikut disasar gerakan ini.

"Sasaran kami saat ini adalah anak-anak yang sedang masa berkembang dan tumbuh, serta lansia. Sebab pada masa ini asupan protein terlebih dari ikan sangat dibutuhkan. Perlahan namun pasti tentu upaya ini akan berhasil," imbuh dia.

Selain itu pemberdayaan masyarakat mengenai pengolahan ikan juga terus dilakukan oleh pemerintah. Jadi tidak hanya dari segi peningkatan konsumsi namun juga nilai ekonomi masyarakat akan lebih terangkat.