Siswi Hamil Dua Bulan, Ngakunya Dianu Teman Sekolah
Peristiwa

Siswi Hamil Dua Bulan, Ngakunya Dianu Teman Sekolah

Panggang,(gunungkidul.sorot.co)--Seorang guru wajib menjalin hubungan harmonis dengan para muridnya. Guru pun harus bisa menjadi orangtua di sekolah. Kurangnya perhatian dan pengawasan dari guru, seorang siswa bisa melakukan apapun dengan bebas tanpa batas. Hasilnya bisa terjadi sesuatu yang buruk bagi murid itu sendiri maupun menjadi virus negatif terhadap murid lainnya.  

Seperti halnya yang terjadi di Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Kecamatan Panggang. Santer beredar kabar adanya siswi setempat diketahui hamil dengan usia kehamilan sekitar 2 bulan. Mencuatnya kejadian sempat membuat warga sekitar gempar. Praktek asusila itu diduga dilakukan siswa teman korban di dalam sekolah.

Informasi yang berhasil dihimpun, kehamilan D (17) warga Kecamatan Panggang diketahui beberapa waktu lalu saat ia pulang ke rumah. D bercerita kepada keluarganya jika sudah 2 bulan tidak mengalami menstruasi. Keluarga pun kemudian mendesak D untuk menceritakan hal-hal yang dialami. Mereka tercengang setelah mendapat pengakuan mengenai hubungan intim yang dilakukan D dengan teman di sekolah yang juga berasal dari Kecamatan Panggang.

Kemudian oleh keluarga D dibawa untuk memeriksakan kandungannya. Benar adanya, D yang memiliki keterbelakangan mental itu sudah berbadan dua. Tak berbelit-belit, pihak keluarga mendatangi sekolah dan terjadi rembugan penyelesaian masalah. Kabarnya kedua siswa itu pun akan segera dinikahkan.

“Permasalahannya sudah diselesaikan Jumat lalu (23/03) dengan sidang, karena yang laki-laki belum cukup umur,” kata S, ayah korban saat ditemui di rumahnya.

Disinggung mengenai kejadian yang dialami oleh anaknya itu, S enggan bercerita begitu banyak. Ia sendiri mengaku tidak mengetahui secara persis kejadiannya. Pasalnya D yang ia sekolahkan di SLB setiap harinya berada di asrama sekolah bersama teman-temannya. Sedangkan jadwal pulang hanya seminggu sekali.

“Ya kaget kok bisa sampai seperti itu. Saya sendiri juga tidak bisa merampungkan perkara ini karena saya juga sedang sakit. Hanya pasrah ke tokoh masyarakat sini dan pihak sekolah,” tambah dia.

Diperoleh informasi pula bahwa pasca kejadian beberapa waktu lalu pihak sekolah meliburkan siswanya tanpa aktifitas pembelajaran.

Terpisah, Kepala Sekolah SLB Kecamatan Panggang, Wisnu Riyadi menolak keras untuk memberikan komentar mengenai peristiwa yang diduga terjadi di sekolah yang ia pimpin itu. Ia justru mengaku jika di sekolahnya tidak terjadi apa-apa selama ini, karena permasalahan tersebut sudah selesai.

"Di Sekolah lain juga banyak kejadian seperti ini. Saya tidak akan memberikan komentar mengenai hal itu. Sudah kami serahkan ke pihak keluarga penyelesaiannya," ucap dia.