Ikuti Jejak Sang Kakak, Mahesa Harumkan Nama Gunungkidul
Olahraga

Ikuti Jejak Sang Kakak, Mahesa Harumkan Nama Gunungkidul

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Prestasi demi prestasi dalam bidang olahraga mampu diukir oleh Gunungkidul melalui atlet-atlet berbakatnya. Salah satunya pada cabor bulutangkis yang belum lama ini diikuti oleh anak kategori usia dini dalam Kejuaraan Bulutangkis Antarklub Djarum Multi Cabang (DMC) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) se-DIY Seri-I tahun 2018.

Adalah Mahesa Agung Sedayu yang mampu menjadi unggulan kedua dalam kejuaraan bulutangkis yang dilaksanakan 24-28 Maret 2018 lalu di GOR Balai Desa Pleret, Bantul. Putra kedua dari pasangan Samuel Eko dan Sri Sedayu itu tergabung dalam klub bulutangkis Jaya Raya Satria pada kategori kelompok tunggal usia dini putra.

Dalam pertandingan finalnya, bocah usia 10 tahun itu berhadapan dengan Tatag Prayoga Herlambang, lawan mainnya yang berasal dari klub Pancing Sembada Sleman. Setelah sebelumnya Mahesa mampu menyisihkan 98 pemain lain dalam kategori pemain tunggal anak usia dini putra.

Waktu umur 9 tahun di kategori usia dini, dia (Mahesa) dapat juara III. Masuk di usia 10 tahun 2018 ini sudah meningkat juara II, kebetulan tempatnya juga sama di GOR Pleret,” ucap Samuel Eko, ayah Mahesa, Rabu (04/04/2018).

Dikatakan, putra keduanya ini mewarisi bakat dari kakaknya, Rosita Poppy Damayanti yang juga merupakan atlet bulutangkis. Mahesa sendiri mulai berlatih dan menekuni olahraga bulutangkis sejak masih Taman Kanak-kanak dengan mengikuti latihan yang dilakukan kakaknya. 

Mahesa ini baru merintis, mengikuti jejak mbaknya. Dia ikut namplek-namplek sama kakaknya sudah sejak TK, tapi resminya masuk klub itu kelas 1 SD,” kata Eko saat ditemui di rumahnya Semanu Utara RT 02/RW 34, Desa Semanu, Kecamatan Semanu.

Pertama kali latihan di Gedung Kesenian, terus ikut turnamen-turnamen dan dapat juara. Terus dilirik sama klub Jaya Raya Bintaro, yang kemudian mendirikan anak perusahaan di Jogja. Sampai saat ini dilatih di asrama Sleman, tambah Eko.

Karena berprestasi, saat ini Mahesa tengah melakukan latihan harian di Pusdiklat Jaya Raya Sleman. Awalnya sempat diminta oleh pihak klub untuk tinggal di Asrama Pusdiklat Jaya Raya, namun Eko belum mengizinkannya. Hal itu lantaran Mahesa masih terlalu kecil dengan umurnya yang baru menginjak 10 tahun.

Untuk kegiatan latihan, Mahesa pun harus rela bolak-balik karena ia masih duduk di bangku sekolah kelas IV di SD Tambak Clorot, Semanu.

Kami berharap Mahesa ini meneruskan mbaknya, bahkan lebih hebat lagi bisa ke jenjang nasional. Sebagai orangtua kami berharap anak kami bisa mengharumkan nama Gunungkidul dan negara. Kalau sekarang sudah bisa juara II, semoga tahun depan bisa juara I,” kata Eko didampingi istrinya dengan gelagak tawa.

Nanti tanggal 17-23 April 2018 Mahesa akan ikut kejuaraan open tingkat nasional di GOR Universitas Semarang, imbuh dia.

Ditambahkan Eko, alasannya mengikutkan kedua anaknya dalam kegiatan olahraga agar nantinya dapat digunakan sebagai bekal dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, dengan prestasi di bidang olahraga seperti bulutangkis ini mampu memunculkan peluang-peluang lain sehingga apa yang dicita-citakan dan diharapkan kedua anaknya dapat tercapai. (wulan)