Garengpung, Si Berisik yang Ramai Diburu Orang
Kuliner

Garengpung, Si Berisik yang Ramai Diburu Orang

Rongkop,(gunungkidul.sorot.co)--Gunungkidul memiliki sejumlah makanan khas ekstrem. Selain puthul, belalang, jangkrik dan ulat, belakangan ini garengpung marak digandrungi oleh masyarakat.

Meski kemunculannya hanya setahun sekali saat pergantian musim hujan menuju kemarau, namun peminatnya juga masih begitu banyak. Serangga bersuara berisik itu biasanya hidup di kayu-kayu besar dan tinggi. Kemunculannya hanya saat pagi sampai siang hari saja.

Hewan yang menyerupi lalat namun bentuknya besar tersebut akhir-akhir ini banyak dijumpai di wilayah timur Gunungkidul seperti Kecamatan Rongkop dan Girisubo, serta beberapa daerah lainnya. Di Kecamatan Semanu pun juga mulai bermunculan, namun masih sedikit jumlahnya.

Untuk mendapatkan hewan ini tentu tidak sembarang orang yang bisa. Karena mereka harus memanjat tinggi dan susah ditangkap. Namun jika sudah diolah, serangga ini bakal terasa lezat.

Sebagian orang menilai jika hewan ini lebih enak dibanding belalang, kaya akan protein dan beberapa kandungan gizi lainnya. Namun bila tidak tahan, orang yang mengkonsumsinya akan mengalami gatal-gatal atau biduren dalam istilah Jawa.

"Rasanya kalau menurut saya enak, hampir mirip dengan belalang. Kalau yang paling enak itu dimasak bacem digoreng garing, sambelan dan nasi thiwul, pokoknya mantap rasanya," kata Sukimin, pecinta garengpung warga Semanu, Senin (09/04/2018).

Sementara itu, Dwi Prasetyo warga Desa Petir, Kecamatan Rongkop mengaku jika di wilayahnya juga sudah mulai banyak bermunculan garengpung. Tak sedikit pula yang mencari hewan ini hingga memanjat pohon yang cukup tinggi. Bahkan ada pula per 100 garengpung dihargai lebih dari Rp 25.000. 

Menurutnya, makanan ekstrem tersebut kini memang banyak diburu orang. Bahkan ada pula beberapa warga dari daerah Jawa Tengah dan luar Gunungkidul memesan makanan tersebut untuk dijadikan oleh-oleh.