Tunggu Usulan RTLH Beres, Greget Bongkar Rumah Warga Miskin Lewat Dana Desa
Pemerintahan

Tunggu Usulan RTLH Beres, Greget Bongkar Rumah Warga Miskin Lewat Dana Desa

Panggang,(gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang tahun 2018 mendapat kucuran dana dari beberapa sumber pendapatan total mencapai Rp 1,6 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk bidang penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan bidang pemberdayaan masyarakat.

Secara keseluruhan dana yang termuat dalam APBDes sebesar Rp 1,6 miliar, terdiri dari beberapa sumber pendapatan diantaranya dari Dana Desa sebesar Rp 761,3 juta, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 639,6 juta, bagi hasil pajak dan retribusi daerah Rp 57,8 juta.

Dana tersebut digunakan beberapa bidang diantaranya bidang penyelenggaraan pemerintah desa sebesar Rp 635,8 juta, bidang pelaksanaan pembangunan desa Rp 565,5 juta, bidang pembinaan kemasyarakatan Rp 133,6 juta, serta bidang pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 393,3 juta.

Khusus Dana Desa senilai Rp 761,3 juta dimanfaatkan untuk bidang pelaksanaan pembangunan berupa pembangunan fisik dan bidang pemberdayaan masyarakat. Bidang pembangunan sendiri menelan biaya sebesar Rp 489,2 juta dan bidang pemberdayaan masyarakat Rp 272,9 juta.

Kepala Desa Giriwungu, Tulus menyampaikan bahwa Giriwungu mempunyai program unggulan diantaranya Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Hal itu karena warga Giriwungu masih terdapat beberapa Kepala Keluarga yang masih mempunyai rumah tidak layak huni.

Sebenarnya kita sudah mengajukan proposal lewat Dinas Pekerjaan Umum kabupaten yang juga sudah direspon. Namun sampai dengan saat ini masih taraf proses pendataan klarifikasi dari petugas,” kata Tulus, Selasa (10/04/2018).

 

Sambil menunggu hasil, lanjut dia, untuk sementara ini kami atasi dengan penggunaan Dana Desa. Setiap tahun pemdes setempat menganggarkan 1 unit untuk satu padukuhan. Sehingga rehab rumah tidak layak huni di Giriwungu menyasar 5 KK masing-masing senilai Rp 15 juta.

Bidang pembangunan sarana prasarana difokuskan pada cor blok dan saluran drainase yang di lima padukuhan,” tandas Tulus.

Desa Giriwungu selalu melibatkan tokoh masyarakat sesuai aturan pembentukan Tupoksi Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) yang membidangi masing-masing kegiatan. Termasuk dalam kegiatannya juga melibatkan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) sebagai pelaksana, serta menggandeng Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Seperti yang diungkapkan Brigadir Jhonaet Wicaksono, Bhabinkamtibmas Desa Giriwungu. Berkaitan dengan pengawasan Dana Desa sesuai MOU Kapolri, Menteri Desa Dan Kemendagri pada tanggal 20 Oktober 2017, Bhabinkamtipmas dalam pengawasan Dana Desa selalu dilibatkan dalam perencanaan APBDes, pelaksanaan maupun monitoring dan evaluasi kegiatan dana desa.

Jika program pembangunan bisa dilaksanakan dengan totalitas didukung pelayanan yang memuaskan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat akan supportif dengan pemerintah desa.

Seperti dirasakan Basuki, Warga Dusun Pejaten, Desa Giriwungu. Disela-sela mencari KTP ia menceritakan kualitas pelayanan pemerintah desa setempat begitu bagus, ramah dan cepat.

Harapan kedepan bisa ditingkatkan agar lebih baik lagi untuk pelayanan dan kesejahteraan warga,” ucapnya.