Ratusan Warga Umbulrejo Tercekik Hutang Bank Plecit
Ekonomi

Ratusan Warga Umbulrejo Tercekik Hutang Bank Plecit

Ponjong,(gunungkidul.sorot.co)--Ratusan warga Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong terjerat bank harian, mingguan atau akrab disebut bank plecit. Dari sekitar 5.000 jiwa penduduk desa setempat, hampir 5 % terjerat hutang bank plecit. Bahkan adapula yang sampai tercekik karena tidak kuat membayar angsuran maupun bunga yang cukup tinggi.

Seperti dikatakan oleh R, salah seorang warga Padukuhan Silingi, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong. Ada beberapa tetangganya yang terlilit utang pada bank harian atau bank mingguan. Nyaris setiap hari mereka terus didatangi oleh tukang tagih untuk membayar angsuran.

Bahkan tak jarang mereka kerap main kucing-kucingan dengan petugas karena tidak sanggup untuk membayar angsuran. Bahkan sering pula penagih sampai menunggu beberapa jam hingga pemilik rumah menampakkan diri.

"Ya ada beberapa yang memang sekarang berada di posisi sulit seperti itu. Bahkan ada pula yang sampai pergi bekerja di daerah lain dan jarang pulang karena memang keberatan dengan angsuran yang disepakati," kata R, Selasa (10/04/2018).

"Memang seakan membantu, tapi justru melilit warga yang meminjam, karena bunga tinggi. Kalau yang memiliki penghasilan tetap tentu tidak begitu terasa, tapi kalau yang serabutan pasti merasa terbebani banget. Terlebih jika pasangan mereka tidak tahu tanggungan bank harian, justru akan memerkeruh keadaan," tambah dia.

Menyikapi hal itu, ada beberapa masyarakat yang menentang adanya bank harian atau mingguan yang menawarkan pinjaman uang tanpa jaminan dan tidak butuh waktu lama dalam pencairannya. Salah satu upaya menentang hal tersebut yakni dengan pasangan banner bertuliskan Bank harian/mingguan dilarang masuk ke wilayah.

"Banyak warga yang pro dengan banner itu. Itu sudah kurang lebih 2 bulanan ini terpasang. Saya sendiri juga tidak tahu siapa yang pasang. Ya mungkin sedikit membantu. Hanya luapan mengenai rasa iba masyarakat terhadap beberapa warga yang tercekik hutang mungkin," imbuh dia.

Sementara itu Kepala Desa Umbulrejo, Wakimin membenarkan bahwa fenomena warga tercekik hutang terhadap bank harian memang sudah lama terjadi. Dari pihak desa pun juga sudah mengetahui hal itu.

"Ya tentu adanya pinjaman yang dipermudah tanpa jaminan membuat masyarakat tergiur. Padahal bunganya cukup tinggi, bahkan bisa lebih dari 10 % perbulan, tentu masyarakat merasa keberatan hingga tidak mampu lagi dalam mengangsur," ucap Wakimin.

Menurut kades, dari 10 padukuhan yang ada, hampir secara merata fenomena terlilit hutang bank plecit pasti ada di setiap padukuhan. Tak jarang memang mereka harus berusaha keras untuk melunasinya.