Pertamina Segera Sidak, Oknum Nakal Akan Ditindak Tegas
Hukum & Kriminal

Pertamina Segera Sidak, Oknum Nakal Akan Ditindak Tegas

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Gas melon hingga saat ini masih menjadi sorotan masyarakat luas. Mengingat beberapa bulan belakangan ini, ketersediaan gas bersubsidi yang diperuntukan bagi warga miskin dan usaha mikro masih sulit untuk didapatkan. Selain itu harganya melambung tinggi. Pihak Pertamina dan pemerintah daerah pun mengecam akan melakukan tindakan tegas.

Menyikapi hal itu, PT. Pertamina menggandeng pemerintah daerah untuk melakukan serangkaian tindakan guna mengetahui penyebab tingginya harga. Mengingat pasokan dari pusat tetap stabil, bahkan pada hari-hari tertentu juga dilakukan penambahan kuota.

Raden Dorojatun Sumantri, Sales Eksekutif Pertamina Rayon VI mengatakan, pihaknya akan segera melakukan upaya untuk memgetahui adanya penyimpangan yang dilakukan oleh mata rantai pendistribusian gas 3 kg bersubsidi. Mengingat belakangan ini tengah santer terdengar mengenai berbagai penyimpangan.

"Teknis kedepan masih akan kami rembug kembali. Entah itu akan seperti apa, langsung tindakan tegas atau peringatan dulu. Seperti di Jawa Tengah kami lakukan dulu sidak beberapa tahap. Misalnya tahap pertama kami langsung mengetahui penyimpangan tabung gas langsung kami tarik dan tahan," ucap Raden Dorojatun Sumantri usai audiensi dengan agen dan pangkalan di Ruang Rapat Disperindag Gunungkidul, Selasa (10/04/2018).

Sementara itu untuk agen atau pangkalan yang melakukan tindakan nakal dan merugikan masyarakat miskin, Pertamina tidak akan segan-segan untuk memutus hubungan kerja. 

"Jika memang di pangakalan atau agen memang ada kecurangan, menjual gas 3 kg bersubsidi di atas HET, tentu kami akan lakukan tindakan tegas dengan pemutusan hubungan kerja. Hal itu sudah melanggar kesepakatan atau peraturan yang berlaku," tambah dia.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Hidayat mengatakan secepatnya pihaknya dengan Pertamina dan aparat kepolisian akan melakukan sidak di lapangan. Guna mengetahui penyimpangan yang terjadi maupun penyebab tingginya harga dan kelangkaan yang terjadi.

"Kalau angan-angan kami tidak usah ada peringatan-peringatan. Jadi kalau ditemui ada penyimpangan entah dari mata rantai mana langsung ditindak tegas sampai ke ranah hukum biar tuntas. Gas melon harus sesuai peruntukannya," ucap Hidayat.

Menurut Hidayat, pangkalan menjual gas melon ke pengecer merupakan kesalahan besar. Semakin banyak mata rantai yang dilalui tentu akan semakin tinggi pula harga sampai konsumen. Seharusnya pengecer itu tidak ada. Jadi setelah dari agen langsung ke pangkalan dan ke konsumen, sehingga harga tidak akan mengalami kenaikan yang mencekik leher rakyat.

"Secepatnya akan kami rembug kembali agar tidak ada gejolak di masyarakat. Apa yang menjadi hak masyarakat miskin terpenuhi," tutup dia.