Nikmatnya Ulat Kipat, Mentah Bikin Merinding, Matang Begitu Lezat
Kuliner

Nikmatnya Ulat Kipat, Mentah Bikin Merinding, Matang Begitu Lezat

Tepus,(gunungkidul.sorot.co)--Pada musim peralihan seperti saat ini bermunculan ulat kipat yang memiliki bulu-bulu lebat di tubuhnya. Tak jarang sebagian orang menunggu-nunggu kemunculan hewan satu ini. Bukan untuk dijadikan pakan ayam atau umpan memancing, namun untuk diolah menjadi lauk yang rasanya begitu nikmat.

Meski terdengar tak lazim, akan tetapi di lapangan begitu banyak warga yang berburu ke pekarangan, ladang dan hutan untuk mendapatkan ulat yang membuat merinding itu. Banyak masyarakat yang mengkonsumsi hewan ini sebagai lauk karena kandungan protein dan rasanya yang tidak kalah enak dengan belalang ataupun serangga lainnya.

Biasanya hewan yang hanya muncul di musim pancaroba ini diolah dengan cara digoreng sebelum dikonsumsi. Beberapa warga memiliki trik khusus agar mereka tidak gatal-gatal setelah mengkonsumsi ulat kipat. Meskipun banyak pula warga yang tidak merasakan gatal-gatal.

"Kalau yang nggak tahan memang gatal, biduren istilah sini. tapi kalau yang tahan ya biasa aja. Saya ini termasuk orang yang gatal kalau mengkonsumsi ulat itu, tapi karena rasanya yang begitu enak ya saya nekat saja," terang Udi, warga Desa Giripanggung, Tepus, Rabu (11/04/2018).

Ada cara khusus dirinya menangkal rasa gatal setelah mengkonsumsi makanan yang terbilang ekstrem ini. Sebelum makan ia mengkonsumsi kopi terlebih dahulu, setelah itu baru makan ulat dan kemudian minum susu putih. 

"Entah itu benar atau tidak, trik saya itu sebagai penangkal. Tapi saya coba memang terbukti manjur. Tidak ada rasa gatal sama sekali setelah mengkonsumsi ulat kipat," tambah dia.

Untuk menghilangkan bulu halus yang biasanya terasa sakit jika terkena kulit, sebelum diolah ulat terlebih dulu direndam menggunakan air panas dicampur garam agar ulat mati. Ulat kipat goreng ini belakangan ini menjadi lauk favorit di beberapa daerah di Kabupaten Gunungkidul.

Senada, Aris, warga Padukuhan Keblak, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu mengaku begitu ketagihan mengkonsumsi makanan yang terbilang tidak lazim ini. Setiap musim pancaroba ia selalu menunggu kemunculan ulat ini untuk konsumsi bersama dengan keluarganya.

"Kalau dengan daging ayam, menurut saya enak uletnya. Tapi itu anggapan masing-masing juga sih. Kalau sudah suka dengan makanan itu mau dikasih yang lebih enak dan mahal tetep ulet kipat juaranya," kata dia.