Rampung Tulis Sejarah, Enam Desa Terima Penghargaan
Budaya

Rampung Tulis Sejarah, Enam Desa Terima Penghargaan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sebanyak 6 Desa di Gunungkidul mendapat penghargaan dari Bupati Gunungkidul dan Dinas Kebudayaan karena telah berhasil merampungkan penulisan sejarah desa, Kamis (12/04/2018).

Enam desa tersebut berhasil mengalahkan 31 pesaing yang juga telah selesai melakukan penulisan sejarah desa.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah. Adapun hasil kejuaraan yakni Desa Ngleri menyabet juara I, Desa Giricahyo sebagai juara II, dan Desa Karangrejek meraih juara III. Selain itu Desa Girimulyo menggondol juara harapan I, Desa Girisekar juara harapan II, serta Desa Girikarto juara harapan III. Seleksi penilaian terhadap karya desa ini pun terbilang cukup ketat.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Isnaini Dekoningrum menuturkan, dari 54 Desa yang semula mendapat bimbingan pembuatan buku sejarah desa, hanya 31 desa yang mampu merampungkan dan dipilih 6 pemenang dalam lomba ini. Beberapa kriteria yang menjadi acuan yakni keruntutan cerita dari awal terbentuknya desa tersebut, serta Bahasa Jawa yang digunakan.

"Sumbernya pembuatan ada dari buku sejarah Gunungkidul, masa Brawijaya dan tentu sumber lisan yang mereka cari sendiri," kata Dekoningrum disela acara.

Adapun tujuan diadakannya kegiatan penulisan sejarah desa yakni untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat mengenai awal mula terbentuknya desa. Setelah itu diharapkan bisa menumbuhkan rasa memiliki, ingin menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki. 

"Fokus kami di dua hal itu. Kalau wisatawan mancanegara itu kan memang kalau berkunjung ke suatu daerah tidak hanya ingin menikmati destinasi yang ada tapi juga sejarah suatu daerah," tambah dia.

Untuk menyelanggarakan kegiatan ini dana yang digunakan mencapai puluhan juta. Mulai dari pembinaan hingga hadiah yang diberikan untuk para juara.

Untuk juara I mendapat uang pembinaan sebesar Rp 2 juta hingga juara VI mendapat sebesar Rp 500 ribu. Kegiatan ini akan terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, paling tidak target setiap tahun ada 25 buku sejarah desa yang rampung dibuat oleh masing-masing desa.

Pada acara ini bertepatan pula dengan hari Kamis Pahing, maka sejumlah tamu undangan pun menggunakan baju adat jawa dan berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa. Makanan yang disajikan pun juga ciri khas Jawa. Pada acara ini pun dikemas dengan nuansa Jawa seperti zaman dulu.