Dana Desa 400 Juta Ngilang Misterius, Polisi Masih Lakukan Pemeriksaan Tambahan
Hukum & Kriminal

Dana Desa 400 Juta Ngilang Misterius, Polisi Masih Lakukan Pemeriksaan Tambahan

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Kasus dugaan korupsi dana desa senilai ratusan juta, yang dilakukan oleh Swy, oknum bendahara Desa Beji, Kecamatan Ngawen hingga saat ini masih terus bergulir.

Sejak mencuatnya kasus tersebut ke masyarakat luas, pihak kepolisian masih terus mendalami perkara tersebut. Sejumlah saksi pun masih wira-wiri mendatangi Polres Gunungkidul untuk pemeriksaan tambahan.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady melalui Kasat Reskrim, AKP Riko Sanjaya mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi dan oknum bendahara yang diduga melakukan tindak penyelewengan uang dana desa tahun 2017 sebesar lebih dari Rp 400 juta.

Selain mendalami dari keterangan sejumlah saksi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Inspektorat Daerah untuk melakukan perhitungan mengenai kerugian dari pemerintah desa.

Pemeriksaan masih terus berlanjut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat mengenai perhitungan kerugian, mudah-mudahan cepat selesai,” tutur Kasat Reskrim, AKP Riko Sanjaya, Kamis (12/04/2018).

Penyelesaian kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Swy ini, dianggap lamban oleh masyarakat Beji. Namun hal itu ditampik oleh AKP Riko Sanjaya. Kasat Reskrim menegaskan bahwa pemeriksaan dan kelengkapan data dilakukan sesuai prosedur, tanpa ada yang ditunda-tunda. 

Disinggung mengenai target, Riko Sanjaya mengaku bakal merampungkan perkara yang merugikan masyarakat dan negara itu secepat mungkin.

Secepatnya akan kami selesaikan hingga tuntas sampai ke kejaksaan. Mengingat kasus ini merupakan barometer bagi 143 desa lain. Jangan sampai ada desa-desa lain yang ada temuan kasus penyelewengan dana desa,” tambah dia.

Mengenai siapa dan perannya seperti apa, kami masih membutuhkan waktu untuk mendalami hal itu. Namun secepatnya kasus ini akan kami selesaikan tuntas,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Swy sendiri sempat mengaku jika telah berulangkali menghilangkan uang milik pemerintah desa. Awalnya Rp 170 juta yang akan digunakan untuk program 14 padukuhan. Ia mencairkan ke Bank Daerah Gunungkidul (BDG) di Wonosari seorang diri dengan membawa surat kuasa dari kades.

Pengakuan Swy sebelum kasus ini ditangani Polres Gunungkidul, usai ke bank tanpa ada pengawalan atau teman uang tersebut hilang setelah ia makan sate di wilayah Karangtengah, Kecamatan Wonosari.

Kemudian saat ia hendak pulang seolah pemikirannya linglung dan akhirnya justru muter-muter sampai ke wilayah Jogja. Ketika sadar uang yang ia bawa sudah tidak ada. Tak hanya itu, uang dana desa sebesar Rp 60 juta yang ia taruh di mangkok kolong tempat tidur di rumahnya juga hilang tanpa sisa. Diakui Swy, total uang hilang yang ia bawa kala itu mencapai lebih dari Rp 400 juta.