Penyandang Disabilitas Dilatih Bikin Onde-onde Ketawa
Sosial

Penyandang Disabilitas Dilatih Bikin Onde-onde Ketawa

Panggang,(gunungkidul.sorot.co)--Sebanyak 25 orang penyandang disabilitas di Kecamatan Panggang mendapatkan penyuluhan dari Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) Dinas Sosial DIY. Penyandang disabilitas dari Desa Girimulyo dan Girikarto itu disuluh di Balai Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kamis (12/04/2018).

Unit Pelayanan Sosial Kelililing dilaksanakan selama 4 hari yang berpusat di tiga lokasi yakni Pleret (Kabupaten Bantul), Panggang, dan Paliyan (Gunungkidul). Khusus untuk Kecamatan Panggang lokasi kegiatan dipusatkan di Desa Girimulyo.

Riyadi, Staf Seksi Rehabilitasi Penyandang Cacat Dinas Sosial DIY mengatakan, kegiatan penyuluhan ini merupakan kegiatan untuk deteksi dini pelayanan langsung khusus penyandang disabilitas.

"Kegiatan ini ditujukan kepada penyandang disabilitas yang kedepan mau dikemanakan. Penyandang disabilitas butuh pendidikan, kesehatan, keterampilan, atau bahkan pekerjaan," tutur Riyadi.

 

Kegiatan penyuluhan ini melibatkan beberapa instansi terkait seperti RS. Dr. Sardjito, RSJ. Grhasia Pakem, Psikolog, Balai Disabilitas Dinas Sosial, dan Balai Kementerian.

Kegiatan penyuluhan itu meliputi bimbingan mental motivasi, deteksi dini atau seleksi disabilitas, informasi alat bantu, dan pusat rujukan. Pada hari keempat ini diadakan pelatihan kegiatan rekreatif dengan pelatihan pembuatan roti.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Karti, instruktur pelatihan boga, Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gunungkidul. Ia mengatakan dengan adanya kegiatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas ini bertujuan agar peserta memiliki keterampilan sehingga bisa memiliki penghasilan lebih.

"Peserta diajarkan membuat kue bolu, onde-onde ketawa, dan bolu tape," tukas Bukarti.

Selain itu, para peserta penyandang disabilitas yang diberi pelatihan mengungkapkan rasa senangnya karena telah dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan yang diadakan Dinsos DIY.

"Senang sekali, pokoknya kalau ada lagi saya mau," kata Karsilah (58), salah satu penyandang disabilitas asal Padukuhan Prau, Desa Girimulyo. (wulan)