Banyak Kesenian Kembang Kempis, Padukuhan Dapat Suntikan Dana Pembangunan Infrastruktur dari Desa
Pemerintahan

Banyak Kesenian Kembang Kempis, Padukuhan Dapat Suntikan Dana Pembangunan Infrastruktur dari Desa

Girisubo,(gunungkidul.sorot.co)--Di tahun 2018 penerimaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) di sejumlah wilayah mengalami penurunan. Tak terkecuali di Desa Karangawen, Kecamatan Girisubo. Dana desa yang kini dikelola Pemerintah Desa Karangawen mengalami penurunan sebesar Rp 117.320.500 dari tahun 2017. Sedangkan untuk ADD mengalami penurunan sebesar Rp 22.454.000.

Kendati demikian, Pemerintah Desa Karangawen tetap menjalankan program desa sebagaimana mestinya untuk penyelengaraan pemerintah desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan serta pemberdayaan masyarakat.

Dari data yang berhasil dihimpun, Dana Desa (DD) yang diterima Desa Karangawen di tahun 2018 mencapai Rp 731.319.000 dan Alokasi Dana Desa (ADD) mencapai Rp 618.664.100.

Roji Suyanta Kepala Desa Karangawen menuturkan, dana yang masuk tersebut akan dialokasikan khususnya untuk bidang pelaksanaan pembangunan desa sebesar Rp 395.856.500 dan pemberian stimulan pembangunan infrastruktur di padukuhan sejumlah Rp 160.000.000. Pemberian stimulan pembangunan infrastruktur padukuhan jadi poin penting guna menunjang sarana prasarana khususnya untuk membangkitkan pelestarian kebudayaan daerah. Karena tidak ditampik olehnya, beberapa kesenian di daerahnya mulai lesu bahkan sudah kembang kempis.

Pelestarian kebudayaan daerah itu sangat kami utamakan karena kami berusaha membangunkan budaya yang telah mati seperti kesenian gedruk, reog, jathilan, gejog lesung, toklik dan ketoprak. Semua akan kami hidupkan supaya sesuai dengan visi misi gubernur yang ke 10, bahwa DIY akan dijadikan kota budaya,” kata Roji Suyanta, Jumat (13/04/2018).

Sehingga nantinya, apabila Gunungkidul wilayah selatan sudah tertata menjadi kawasan wisata, Desa Karangawen sudah siap dengan suguhan seni dan budaya yang dimiliki. 

Tidak hanya itu, program unggulan lain yang dimiliki Desa Karangawen di tahun ini diantaranya, inisiatif pendidikan dan dukungan penyelenggaraan PAUD, penyediaan bahan pustaka perpustakaan desa, pengadaan sarana prasarana penerangan jalan untuk mendukung aktivitas warga di malam hari khususnya ronda, pembangunan jalan desa cor blok, pembangunan turap, pembangunan saluran drainase dan pembangunan embung untuk mendukung kesediaan air bersih yang disalurkan dengan menggunakan pipa agar bisa dinikmati warga Desa Karangawen.

Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, juga akan dilaksanakan pelatihan usaha kelompok mikro kecil. Pelatihan tersebut untuk memberi pembelajaran bagi warga guna peningkatan ekonomi masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial.

Pelaksanaan bulan bakti gotong royong karena mengajari agar jiwa kegotongroyongan warga kami tidak hilang. Nguri-uri kabudayan karena orang jawa itu modal pokoknya adalah kegotong royongan,” imbuh Roji.

Sementara itu, Kaur Keuangan Desa Karangawen, Sunaman menambahkan, untuk pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan desa, akan dilakukan pengembangan strategi yang mana pada setiap ruangan kepala seksi atau kaur dipasang banner dengan judul Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2018. Baner itu akan memuat semua perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 dari beberapa sumber dana, meliputi bidang penyelenggaraan pemerintah desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat desa.

Di dalam RKTL dicantumkan urutan kegiatan ataupun realisasi rencana untuk pencairan dana dengan sistem bulanan dengan harapan dengan adanya banner yang telah terpampang di masing-masing ruang kepala seksi/kepala urusan agar bisa dipahami, dimengerti dan ditindaklanjuti sesuai porsinya masing-masing,” tutur Sunaman.

Terkait pelaksanaan pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) tahun pajak 2018, jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebanyak 2.191 dan ketetapan pajak sesuai Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) senilai Rp 80.641.000 terbayar lunas sejak 27 Februari 2018 lalu. Semua itu bisa terlaksana berkat ketaatan warga masyarakat dalam membayar pajak dan kegigihan dari masing-masing Kepala Padukuhan yang telah mengajak warganya untuk sedini mungkin melunasi PBB P2.

Maka dengan hal itu kami selaku petugas pungut PBB P2 tahun 2018 berterimakasih atas kerja sama baik antar semua pihak semua itu berjalan dengan lancar dan telah terbukti pada tanggal 27 Februari 2018 lunas 100 persen,” tambah Sunaman.

Melihat prestasi itu, maka tak heran jika dari Pemkab memberikan apresiasi dalam bentuk bonus untuk Pemdes Karangawen yang telah melunasi pajak sebelum jatuh tempo. Apresiasi tersebut berkat masyarakat di Desa Karangawen. Ia menyakini, Desa Karangawen bisa semakin maju dengan pola masyarakat yang bisa diajak bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk melakukan kewajiban sebagai warga negara yang bijak.

Tak puas sampai disini, nantinya di tahun pajak 2019, pembayaran pajak di Desa Karangawen bisa berjalan seperti di tahun 2018 sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Desa Nomor 14 Tahun 2018 tentang petugas pemungutan PBB P2 tahun pajak 2018.

Sebagai warga Desa Karangawen, Rismiatini (39) tak segan melontarkan apresiasi kepada pemerintah desa atas pelayanan yang diberikan. Ia juga meminta pemerintah desa setempat tidak anti kritik dan mau berbenah untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik. Terutama dalam pelayanan mencari akta kematian. Pelayanan yang sigap dan cepat akan meningkatkan kepuasan masyarakat itu sendiri.

Pelayanan disini lumayan bagus dan memuaskan. Bagusnya pelayanannya lebih cepat, yang melayani juga muda-muda. Harapan kedepan semoga pelayanan lebih baik,” puji Rismiatini.