Gadok Ternyata Angker, Simbah Akhirnya Ketemu di Jatiayu
Peristiwa

Gadok Ternyata Angker, Simbah Akhirnya Ketemu di Jatiayu

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Hilangnya Prapto Utomo alias Gino, warga Karangduwet I RT 18/RW 07, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari akhirnya berujung sumringah bagi sanak dan keluarga. Pasalnya simbah berusia sekitar 75 tahun itu berhasil ditemukan pada Kamis (19/04) malam.

Selama berjam-jam, ratusan warga pun kompak melakukan upaya pencarian ke ladang Gadok, di kawasan perbatasan antara Desa Karangrejek dan Desa Duwet. Tak hanya itu mereka juga sempat dibuat kalang kabut menyisir hingga wilayah Semanu dan Tawarsari, Wonosari.

Namun upaya tersebut tak sia-sia, karena simbah akhirnya dapat ditemukan selamat tanpa luka sedikitpun di wilayah Kepil, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo sekitar pukul 19.00 WIB.

Simbah memang pikun. Dan tadi kebetulan ditemukan oleh Pak Widodo, mantan mandor jaman simbah masih kerja di proyek dulu. Bersyukur masih untung bisa selamat sampai rumah,” kata Baryadi, putra Mbah Gino didampingi Sayarno, Ketua RT 18.

Dibeberkan, Mbah Gino berangkat ke Ladang Gadok sekitar pukul 12.00 WIB seorang diri. Sementara istrinya kala itu sedang pergi kerja di Wonosari. Sampai di ladang simbah mengaku linglung dan berjalan pulang namun justru kesasar. 

Jadi simbah itu hilangnya di Gadok. Setelah itu jalan ke arah Jonge, Pacarejo, Tawarsari, Wonosari, Bejiharjo dan ketemu di Jatiayu. Mungkin rutenya ada sekitar 25 kilometer,” ucap Baryadi.

Sisi lain Ladang Gadok ternyata juga menyimpan segelintir cerita mistis. Diungkapkan Sayarno, Gadok memang dikenal oleh sebagian warga sebagai ladang angker atau wingit sejak zaman dahulu. Hal itu pun bukan tanpa dasar atau sekedar cerita dari mulut ke mulut. Sebab beberapa tahun silam, Sayarno sendiri pernah mengalami kejadian aneh.

Kala itu hampir Maghrib. Sayarno hendak mengangkut panen ketela di ladang Gadok. Namun saat naik ke truk dan menyetir, ia dalam kondisi tidak sadarkan diri. Waktu itu ia seperti dibuat bingung dengan jalur ladang, padahal sejak kecil ia juga sering lewat jalur setempat.

Rutenya pun unik. Dari ladang, entah lewat mana, kemudian ia melewati Wonosari dan kembali ke rumah. Padahal jika dinalar, dari ladang Gadok Sayarno bisa saja ke rumah dengan hanya melintasi jalur lain yang jauh lebih dekat.

Saya nyopir itu nggak seperti sedang nyopir dan tidak sadar. Sadar sadar itu malah sudah ada di rumah. Lha batin saya, saya nyopir kondisi tidak sadar kok tidak nabrak orang ya. Itu yang membuat saya heran sampai sekarang. Dan ternyata kata orang tua, memang itu ladangnya termasuk gawat (angker),” pungkas dia.