Tiga Siswa SMP Jalani Ujian Nasional di Penjara
Pendidikan

Tiga Siswa SMP Jalani Ujian Nasional di Penjara

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Tiga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus menjalani ujian nasional di ruang tahanan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Wonosari, Senin (23/04/2018). Beberapa bulan sebelum pelaksanaan ujian, bocah asal Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman dan Kulon Progo ini tersandung masalah tindak pidana kriminal.

Kepala Seksi Pendidikan dan LPKA Wonosari, Endiyanto mengatakan mereka terlibat kasus kasus pengrusakan, pengeroyokan dan pencurian. Meski dengan keterbatasan yang ada, namun Endiyanto memastikan jika ketiga anak binaan tersebut telah siap mengikuti ujian nasional.

Untuk proses ujian di LPKA ini memang berbeda dengan siswa pada umumnya. Mereka tidak mengerjakan soal ujian menggunakan komputer, melainkan mengerjakan menggunakan lembar jawab yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

"Nanti pihak sekolah kesini membawa soal ujian yang sudah diprint. Berhubung tahun ini keseluruhan siswa ujian menggunakan komputer, jadi anak binaan disini harus menunggu proses ujian siswa umum selesai," ucap Endiyanto.

"Mungkin agak siangan, soalnya kan harus menunggu yang umum selesai dan belum lagi perjalanan dari sekolah cukup jauh untuk sampai di LPKA," imbuh dia.

Lanjut dia, untuk penyelenggara ujian nasioal tingkat SMP, pihak LPKA tidak menyelenggarakan sendiri. Karena ketiga anak binaan masih menjadi siswa di sekolah sebelumnya, LPKA hanya memfasilitasi tempat untuk penyelenggaraan ujian.

Berbagai persiapan pun juga telah dilakukan baik dari pihak LPKA maupun dari pihak lain. Diharapkan, anak binaan tetap merasa nyaman meski harus melaksanakan ujian di LPKA dan tidak bersama dengan teman-teman seusia mereka.

"Dari guru dan keluarga sering berkunjung kemarin mebawakan buku-buku, sedangkan kami juga terus mendorong agar mereka tetap semangat dan memiliki greget untuk menyelesaikan masa sekolah dan menghadapi ujian nasioal," tutup dia.