Sepuluh Hektar Lahan Persawahan Gunungkidul Beralih Fungsi
Ekonomi

Sepuluh Hektar Lahan Persawahan Gunungkidul Beralih Fungsi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Belum lama ini Gunungkidul telah kehilangan sebanyak 10 hektar lahan persawahan di Kecamatan Ngawen dan satu hektar di Kecamatan Semin. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Pertanian DIY dari Badan Pusat Statistik (BPS), selama tahun 2002 hingga 2016 konversi sawah di Gunungkidul bertambah hingga 245 hektar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Raharjo Yuwono mengatakan, adanya penyusutan lahan pertanian tersebut diklaim hanya berkurang sedikit dan tidak terlalu berpengaruh pada produksi pertanian. Pasalnya areal persawahan dialihfungsikan untuk kepentingan sekolah, kandang ayam dan beberapa usaha yang tersebar di beberapa titik di Kecamatan Ngawen.

"Sedangkan untuk yang di Semin, untuk keperluan terminal," katanya, Senin (23/04/2018).

Dilanjutkan, area yang dialihfungsikan tersebut dilakukan demi kepentingan publik. Selain itu lahan yang digunakan pun bukan persawahan irigasi, melainkan persawahan tadah hujan dimana lahan tersebut dapat dikatakan kurang begitu produktif untuk pertanian. 

"Lahan yang digunakan untuk ahli fungsi tentu bukan persawahan irigasi tetapi tadah hujan yang tidak begitu produktif," tuturnya.

Menurutnya, konversi lahan pertanian dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Diantaranya adalah dinamika perkembangan kawasan yang semula bercorak agraris menuju corak perkotaan. Selain itu, pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan akan lahan untuk menopang hidup akan bertambah.

Sosialisasi mengenai lahan pertanian abadi juga telah diupayakan oleh dinas, sehingga pemahaman masyarakat mengenai lahan pertanian dan tanaman pangan akan lebih meningkat, dan mereka tidak begitu tergantung dengan pasokan dari daerah lain.

"Secara alami konversi lahan pertanian akan selalu terjadi. Namun yang perlu dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat adalah mengurangi laju konversi lahan pertanian," terang Raharjo.