Remas Payudara Orang Dewasa, Bocah 15 Tahun Disidang
Hukum & Kriminal

Remas Payudara Orang Dewasa, Bocah 15 Tahun Disidang

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Akhir bulan Maret 2018 lalu, masyarakat dibuat geger dengan perbuatan seorang remaja yang nekat melakukan tindakan asusila terhadap perempuan dewasa di jalanan. Setelah melewati proses pemeriksaan panjang, kasus yang diseret ke aparat penegak hukum itu akhirnya disidangkan, Senin (23/04/2018).

Kapolsek Wonosari, Kompol Sutama melalui Panit Reskrim, Aiptu Andang Patriasmoro menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, pelaku dan sejumlah saksi.

Hal itu terkait dengan tindakan ABH (15) warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari yang meremas payudara CL (26) warga Kecamatan Girisubo. Peristiwa itu terjadi saat CL berada di Jalan Umum Wonosari, tepatnya di Padukuhan Soka III, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari.

Sidang tersebut menghadirkan beberapa tokoh, karena kasusnya dilakukan oleh anak dibawah umur. Dari hasil pemeriksaan, yang memberatkan yakni tindak asusila yang tergolong melecehkan perempuan berada di jalanan dan dapat membahayakan keselamatan korban.

Sedangkan pertimbangan lain yang meringankan yakni kasus dilakukan oleh anak-anak dibawah umur dan masih berstatus pelajar. Dari hasil sidang diversi yang dilakukan di ruang Unit Reskrim Polsek Wonosari tersebut, pihak pelapor atau korban memaafkan perbuatan ABH.

"Sudah kami sidangkan dan berjalan lancar. Dari korban memaafkan pelaku, dan sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Tadi juga menandatangani BAP yang telah kami siapkan," terang Aiptu Andang Patriasmoro.

Adapun beberapa pihak yang dihadirkan dalam sidang tersebut diantaranya Kapolsek Wonosari, Kanit UPPA Polres Gunungkidul, perwakilan dari Dinas Sosial, Kemenag, Bapas kelas I Wonosari, dan beberapa anggota dari kedua belah pihak. 

"Mudah-mudahan tidak terulang kembali perkara semacam ini. Dan juga sebagai pembelajaran bagi semua anak-anak serta masyarakat umum, apa pun tindakan yang dilakukan sekiranya merugikan orang lain dapat diseret ke ranah hukum," tutup dia.