Habis-habisan Jadi Korban Rentenir, Warga Rongkop Lapor Polisi
Hukum & Kriminal

Habis-habisan Jadi Korban Rentenir, Warga Rongkop Lapor Polisi

Rongkop,(gunungkidul.sorot.co)--Lantaran terlilit hutang kepada seseorang yang diduga rentenir, salah seorang warga pelosok desa di Kabupaten Gunungkidul kini nekat menempuh jalur hukum. Ia merasa ditipu lantaran 3 buah sertifikat tanah milik keluarganya lenyap tak berbekas.

Kasus tersebut berawal ketika Supriyono, warga Padukuhan Tambak, Desa Melikan ditawari pinjaman berupa 4 ekor sapi untuk modal dagangan menjelang Idul Adha tahun 2016 silam. Waktu itu D dan B datang menawarkan pinjaman sapi kepada korban untuk dijual kembali ke Jakarta.

Pertama 4 ekor sapi. Setelah itu 1 sertifikat atas nama Noto Harjono suruh nyerahkan ke D. Setelah itu saya kan mau dibayar nyicil Rp 200 juta malah tidak mau. Terus malah dia nambahi pinjaman lagi sapi 10 ekor, tapi dengan catatan sertifikat atas nama saya sendiri dan Sumarni juga ikut diserahkan. Menurut hitung-hitungan D, sapi-sapi diakumulasi senilai total Rp 450 juta. Tapi si D saya suruh bayar semuanya Rp 750 juta,” kata Supriyono usai mendatangi Polda DIY dalam rangka pemeriksaan tambahan, Rabu (25/04/2018).

Setelah diserahi sapi, lanjut dia, yang mengendalikan proses bisnis itu semuanya adalah B dan D. Katanya ada pesanan dari beberapa tempat, ternyata juga tidak ada. Hal itu berlangsung selama berulangkali. Padahal waktu itu ia juga disuruh ke Jakarta dengan ongkos yang tidak sedikit. Karena pesanan batal, akhirnya ia disuruh pulang ke Gunungkidul. Supriyono merasa telah menjadi korban permainan dari B dan D. 

Saya kan sudah punya iktikad baik mau nyicil Rp 200 juta, dia tidak mau. Malahan uang itu dibelikan sapi lagi, tapi kecil-kecil,” ujar dia.

Setelah ditunggu lama perkembangan bisnis itu tidak ada keterangan sama sekali. Dan termasuk tiga sertifikat itu pun tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Lantaran kesal, Supriyono melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY pada 21 Maret 2018.

Yang aneh lagi, tahu-tahu rumah saya sudah dipasangi tulisan berisi larangan untuk ditempati. Model apalagi ini, jelas niat menipu saya. Mosok 3 bidang tanah senilai Rp 2 miliar cuma mau ditukar ratusan juta? Pokoknya ini tetap akan saya bawa sampai ke pengadilan, saya tidak mau damai,” tegasnya.

Kekesalan Supriyono juga dipicu lantaran merasa disepelekan oleh D. Sebab buah kelapa di pekarangannya juga dipetik tanpa seizin dirinya saat sedang tidak berada di rumah.

Menyusul kasus itu, pihak keluarga Supriyono, termasuk anak dan orang tuanya pun merasa dipermalukan di hadapan masyarakat umum. Bahkan saking malunya ia kini pilih mengundurkan diri sebagai Perangkat Desa Melikan.

D itu KTP-nya warga Cipayung. Kerjanya juga di Jakarta,” tambahnya.

Diutarakan, sebelum Supriyono melaporkan D ke Polda DIY, dirinya sempat dilaporkan ke Polres Gunungkidul dengan tuduhan penipuan dan penggelapan sapi milik D. Hal itu aneh karena Supriyono telah menyerahkan jaminan sertifikat tanah. Akhirnya kasus tersebut mentah karena dinilai tidak memenuhi unsur.

Dibeberkan pula bahwa kasus semacam itu ternyata tidak hanya menimpa dirinya. Korban lain juga menyasar beberapa warga Kecamatan Girisubo. Salah satunya yakni ada korban dipinjami uang Rp 30 juta, dalam jangka 5 bulan menjadi total Rp 62 juta.