Belasan Tahun, Pria Ini Cetak Ribuan Sarang Tawon Lanceng
Ekonomi

Belasan Tahun, Pria Ini Cetak Ribuan Sarang Tawon Lanceng

Nglipar,(gunungkidul.sorot.co)--Budidaya lebah atau tawon lanceng hingga menghasilkan madu laceng ternyata sangat mudah dilakukan dimana saja. Asal-usul madu lanceng sendiri itu berasal dari alam sekitar. Biasanya tawon-tawon lanceng itu bersarang di bambu-bambu usuk rumah atau batang pohon yang berlubang.

Hal itu diutarakan Sugeng Apriyanto (50), pemilik usaha budidaya madu lanceng di Padukuhan Ngrandu, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar.

Ia menjelaskan bahwa dirinya menggeluti usaha ini sejak tahun 2006 dan hingga sekarang sudah berhasil mengembangkan sarang tawon lanceng menjadi 3.200 buah di dalam kendil.

"Dulunya sarang terbuat dari bambu, setelah itu berganti dengan kotak. Namun justru perkembangannya tidak bagus. Terus sekarang diganti dengan kendil," ucap Sugeng, Kamis (26/04/2018).

Dahulu ceritanya lebah-lebah tersebut hanya dijumpai di pintu samping rumahnya. Saat itu dirinya melihat segerombolan lebah dan setelah dilihat ternyata lebah-lebah tersebut menghasilkan madu. 

Mengetahui hal tersebut, lantas lebah-lebah ditangkarkan dengan menggunakan bambu. Namun saat itu, dirinya mendapatkan kendala saat melakukan penangkaran yakni banyak tawon yang pada pindah.

"Mendapati kejadian seperti itu, saya lantas beralih menggunakan kendil untuk membudidayakannya hingga sekarang," lanjut Sugeng.

Selain itu, ia juga menghadapi kendala soal ketersediaan makan bagi lebah di lingkungan sekitar. Namun saat ini telah ditanami berbagai tanaman buah yang menghasilkan bunga, seperti kaliandra, pohon kelor, jambu, dan bayem.

Tiap bulan tidak lebih dari 60 liter madu. Tapi saat musim bunga pada bulan September bisa sampai 100 liter lebih, tandas Sugeng.

Madu Lanceng ini ternyata memiliki berbagai macam rasa yakni manis, pahit dan asam. Untuk diambil khasiatnya, madu lanceng rasa pahit lah yang dinilai terbaik. Karena bisa menyembuhkan diabet, hipertensi, dan stroke, daya tahan tubuh, serta vitalitas.

"Harga jualnya memamg mahal, 1 liter untuk rasa asam Rp 700.000. Madu pahit Rp 550.000/liter. Kalau yang manis cuma Rp 450.000/liter,” terang Sugeng. (yanuar)