Dalang Muda Ki Hening Sudarsana Bakal Gebrak Hari Jadi Gunungkidul
Budaya

Dalang Muda Ki Hening Sudarsana Bakal Gebrak Hari Jadi Gunungkidul

Tanjungsari,(gunungkidul.sorot.co)--Serangkaian acara telah disiapkan oleh Pemkab Gunungkidul untuk menyambut hari jadi ke-187. Berbagai kalangan tua muda mencoba disatukan oleh pemerintah untuk bersama memeriahkan momen bersejarah tersebut.

Kegiatan aneka pentas seni ditonjolkan di panggung utama yang terletak di Alun-alun Kota Wonosari sebagai wadah para seniman lokal dapat unjuk kebolehan. Mulai dari Parade Band, grup karawitan, hingga pementasan wayang kulit bakal disuguhkan apik di panggung tersebut.

Ki Hening Sudarsana didapuk oleh Panitia Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul sebagai pengisi acara pagelaran wayang kulit pada Sabtu malam, 12 Mei 2018 besok.

Dalang yang pernah bersekolah di SMKI Yogyakarta ini kini tengah menempuh studi jurusan perwayangan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Putra Subardi, mantan Kades Hargosari dan Ibu Supriyani ini mengaku bahwa dirinya sudah sejak kelas 2 SD menyukai wayang. Meski demikian ia baru mulai berani menampilkan bakatnya di kelas 3 SMKI.

Hening memang hidup dalam keluarga yang berlatar belakang dalang wayang kulit. Sampai sekarang Hening merupakan generasi ke-7 yang dapat memainkan wayang.

Di rumahnya Padukuhan Timunsari, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, ia sering berlatih dengan ayahnya yang juga seorang dalang cukup terkenal.

"Setelah kelas 3 ada acara pementasan di SMKI karena saya mengambil jurusan pedalangan dan sekalian kepyak di rumah," ujar Hening mengenang cerita awal ia terjun di panggung wayang kulit.

Kini pria yang berusia 22 tahun ini sudah mulai laris malang-melintang di berbagai acara mulai dari supitan, pernikahan, rasulan hingga dies natalis di berbagai sekolah. 

Meskipun tergolong dalang muda, namun sudah banyak lakon wayang yang dapat ia mainkan seperti Pandawa Kumpul, Lahirnya Wisanggeni, Gathotkaca Winisuda, dan Wisanggeni Duta.

Di tengah kesibukan kuliahnya di semester VI, Hening mengaku bisa membagi waktu pentas dengan kuliahnya.

Dalang muda seperti Hening ini perlu diapresiasi karena menjadi contoh sumber daya manusia berkualitas asal Kota Gaplek yang diharapkan mampu bersaing di kancah global. Jadi memang pantas bila Pemkab mengundang Hening untuk memeriahkan acara Hari Jadi Gunungkidul untuk beber wayang dengan lakon Basukarno Kalajaya.

"Wayang kita sudah diakui dunia. Mosok kita sendiri tidak mengakui itu. Eman-Eman Nek wayang boten diterusake. (Sayang kalau wayang tidak dilestarikan)," cakap Hening. (Sepdita)