Angka Putus Sekolah Masih Tinggi, Anggota DPR RI Sambangi Gunungkidul
Pendidikan

Angka Putus Sekolah Masih Tinggi, Anggota DPR RI Sambangi Gunungkidul

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Angka putus sekolah di Gunungkidul masih tergolong tinggi. Hal tersebut disinyalir lantaran kondisi perekonomian yang lemah dan kurangnya greget menimba ilmu. Menanggapi kondisi yang ada, membuat anggota DPR RI Komisi X, Esti Wijayati bergerak menyambangi bumi handayani ini untuk memberikan perhatian bagi pelajar di Gunungkidul.

Menurutnya, kualitas pendidikan yang terus diperbaiki harus diimbangi dengan greget atau semangat sekolah oleh mereka yang berada di usia pelajar. Terlebih, Gunungkidul saat ini tengah bergeliat eksistensinya. Kualitas dan tingkat pendidikan pelajarnya dinilai harus setara dengan SMA/MA maupun SMK.

Hal itu sebagai persiapan masyarakat untuk mampu berkontribusi dengan perkembangan yang luar biasa ini. Sumber daya manusia haruslah dioptimalkan, sehingga menjadi pelaku yang memiliki daya saing yang kuat. Dengan begitu, Gunungkidul tidak hanya menjadi penonton yang hanya bisa menikmati sebagian kecil dari daerahnya.

"Sekarang ini 9 tahun sekolah tentu sangat kurang. Ya paling tidak sampai SMA atau SMK, jadi kemampuan mereka terasah. Ada keahlian khusus yang dimiliki dan mampu dikembangkan serta diterapkan," ucap Esti Wijayati, Jumat (11/05/2018) saat ditemui di Gedung Serba Guna Siyono.

Selain angka putus sekolah tinggi, yang menjadi perhatian dari anggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini ialah pernikahan dini di Gunungkidul yang semakin marak diajukan oleh anak-anak dibawah umur. Dua kondisi ini lah yang seharusnya segera untuk dilakukan penuntasan. 

Untuk dapat mengurangi angka putus sekolah, ia memberikan perhatian khusus kepada pelajar Gunungkidul, diantaranya dengan pemberian beasiswa terhadap lebih dari 7000 pelajar sesuai dengan program pemerintah. Mulai dari siswa SD yang mendapat bantuan sebesar Rp 450.000, tingkat SMP Rp 750.000 dan tingkat SMA sebesar Rp 1.000.000.

"Beasiswa yang diterimakan satu tahun itu untuk mendorong semangat pelajar dalam menimba ilmu," pungkas dia.

Oleh karenanya, Esti berharap agar kedepan Gunungkidul memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing. Apabila persoalan ini terpecahkan, maka di masa yang akan datang tidak ada lagi anak putus sekolah dan pernikahan dini karena benturan ekonomi dan kurangnya pemahaman dari segala sisi.