Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau, BPBD Siapkan Ratusan Juta untuk Droping Air
Pemerintahan

Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau, BPBD Siapkan Ratusan Juta untuk Droping Air

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kekeringan nampaknya masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan pemerintah. Namun, untuk menghadapi musim kemarau yang dimungkinkan berdampak pada kekeringan di sejumlah daerah, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul telah melakukan beberapa persiapan.

Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menjelaskan, dana yang bersumber dari APBD Gunungkidul tersebut akan digunakan untuk melakukan pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan dan terdampak kekeringan. Dari rapat koordinasi yang dilakukan oleh sejumlah tokoh, dana ratusan juta itu mampu digunakan untuk mendroping air sebanyak 3.240 tanki air selama musim kemarau.

"Sudah kami siapkan armada sebanyak 7 unit, kalau kurang tentu akan kami upayakan kembali," kata Edy Basuki, Jumat (11/05/2018).

Musim kemarau yang telah terjadi beberapa pekan ini memang belum begitu berdampak. Pasokan air masih lancar dan mencukupi. Namun demikian, dari pengamatan anggota BPBD, belakangan ini sejumlah tanki swasta sudah mulai bolak-balik mengirim pasokan air terhadap masyarakat. 

"Maka dari itu kami upayakan secepat mungkin penanganan agar tidak ada keluhan. Sehingga kebutuhan masyarakat akan tercukupi," imbuh dia.

Adapun dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh BPBD, terdapat 8 kecamatan yang dimungkinkan menjadi daerah terdampak kekeringan. Diantaranya Purwosari, Panggang, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, Girisubo, Tepus dan Ngawen. Dari delapan kecamatan tersebut, terdiri dari 100 padukuhan dari 31 desa yang ada di Gunungkidul.

Meski begitu, hingga saat ini BPBD masih belum mendapat surat pengajuan permintaan droping air ke daerah-daerah. Selain untuk mengantisipasi musim kemarau kering, juga memungkinkan untuk pemenuhan kebutuhan air saat lebaran.

"Masyarakat yang kekurangan air harus ada surat pengajuan dari desa dan kecamatan setempat, layaknya rekomendasi. Jadi kami akan langsung lakukan tindakan, kalau tidak seperti itu takutnya salah sasaran dan itu sesuai prosedur yang ada," tambah dia.